Politik & Pemerintahan

Pemkot Batalkan Kegiatan Masal, Festival Pendalungan  Ditunda


PROBOLINGGO – Wabah corona sudah sangat terasa dampaknya. Pemkot Probolinggo misalnya, memutuskan membatalkan kegiatan-kegiatan yang menjadi kegiatan masal atau ajang berkumpulnya orang dalam jumlah besar. Satu kegiatan yang dipastikan dibatalkan atau ditunda ialah Festival Pendalungan.

Sedianya, Festival Pendalungan digelar pada 19 Maret mendatang.  Acara yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tersebut ditunda pelaksanaannya, karena pemkot khawatir dengan penyebaran virus corona.

Acara Festival Pendalungan yang sedianya digeber di halaman Museum Probolinggo, dikhawatirkan menjadi tempat penularan virus corona atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Sebab, festival yang berisi kegiatan lomba makanan khas, flash mob Jaran Bodhag, ludruk pelajar dan tari tradisional antar pelajar tersebut diprediksi akan dihadiri atau dilihat banyak penonton. Di tempat itulah akan terjadi kontak langsung antara penderita corona dengan orang atau warga yang belum terinfeksi.

Hal tersebut disampaikan Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Senin (16/3) pagi saat pers rilis tentang corona dan keberhasilan pemkot mendongkrak ekonomi masyarakatnya. Rilis itu digelar di halaman depan kantor walikota. Dalam rilis tersebut, Walikota Hadi didampingi Kepala BPS Adenan, Sekda drg Ninik Ira Wibawati, Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo dan OPD terkait.

Walikota menjelaskan, siswa SD dan SMP negeri dan swasta diliburkan sejak kemarin  untuk mengantisipasi penularan vius corona. Para siswa diberi kesempatan belajar di rumah. Mereka diliburkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Dalam masa libur, pihak sekolah dan warga menghimbau agar tidak ada kegiatan keluar rumah, seperti ke tempat wisata atau lokasi keramaian lainnya. “Belajar di rumah saja. Jangan ke mana-mana. Nanti Dinas Pendidikan yang akan menyampaikan modul pembelajarannya. Pihak sekolah yang akan menyampaikan ke orang tua atau wali murid,” jelas Walikota Hadi di hadapan para wartawan.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga menyatakan menunda pelaksanaan Festival Pendalungan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sebab, di acara itu masyarakat akan berkumpul dalam jumlah besar. “Masyarakat nanti berkumpul di sana. Kami hindari itu,” tegasnya.

Walikota Hadi memilih membatalkan atau menunda acara tersebut ketimbang sesuatu yang lebih besar terjadi karena acara tersebut digelar. Walikota menyadari, penundaan festival pendalungan berdampak ekonomi. Namun menurutnya, pilihan itu lebih tepat daripada digelar namun berdampak lebih buruk bagi warga.

“Pilihan menunda lebih penting, ketimbang acara tersebut digelar sesuai jadwal. Kesehatan warga lebih kami utamakan. Saya berharap keputusan pemerintah dipahami. Tujuan kami melindungi warga dari virus corona,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Moh. Maskur menyatakan tidak mempermasalahkan pembatalan atau penundaan Festival Pendalungan. “Tidak masalah. Itu demi kebaikan bersama. Kami sudah mengontak para peserta yang akan ikut di acara itu. Semuanya tidak mempermasalahkan,” katanya.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi mengeluarkan statemen yang meminta warga Indonesia lebih banyak beraktifitas di rumah dan melakukan isolasi mandiri. Upaya ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona. Dan kebijakan ini diteruskan sampai ke kota-kabupaten. Salah satunya adalah kebijakan meliburkan para pelajar tingkat SD sampai SMA selama setidaknya dua pekan, sejak kemarin. (gus/iwy)


Bagikan Artikel