Politik & Pemerintahan

Antisipasi Virus Corona, Sekolah di Probolinggo Diliburkan


PROBOLINGGO – Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Pemkab  Probolinggo mengambil langkah dengan meliburkan para siswa di seluruh jenjang pendidikan selama dua pekan. Masa libur tersebut terhitung mulai hari ini  hingga 28 Maret mendatang.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari dalam rapat koordinasi (rakor) dadakan, tadi malam (15/3) di kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Probolinggo di Dringu. Dalam rapat terbatas tersebut dibahas soal strategi antisipasi penyebaran virus corona yang telah dinyatakan sebagai bencana nasional.

“Sesuai arahan Presiden RI, bahwasannya pemerintah daerah harus melakukan langkah-langkah preventif terkait pencegahan penyebaran virus corona. Karena itu, kami memutuskan untuk turut meliburkan seluruh jenjang sekolah selama dua pekan ke depan,” ungkapnya tadi malam.

Dijelaskan juga bahwa untuk mencegah penyebaran virus corona yang tidak diharapkan terjadi di Kabupaten Probolinggo, pemkab sudah membentuk satuan tugas (satgas) Covid-19. Tim tersebut diketuai oleh Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi.

“Satgas Covid-19 ini sudah kami bentuk mulai akhir pekan lalu. Tujuannya yakni melakukan langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Probolinggo,” jelasnya.

Namun demikian, Bupati perempuan pertama di Kabupaten Probolinggo itu meminta  masyarakat tidak perlu khawatir ataupun resah, apalagi panik, dengan adanya isu penyebaran virus corona. Sebab, pemerintah tengah berupaya melakukan langkah pencegahan dan penanganan terhadap penyebaran virus yang berasal dari kota Wuhan, China itu.

“Kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo dimohon agar tidak panik. Karena pada dasarnya pemerintah pusat maupun daerah tengah berupaya maksimal untuk menangani penyebaran virus corona ini. Yang terpenting adalah jaga kebersihan lingkungan sekitar dan terapkan pola hidup sehat,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan bahwa kebijakan meliburkan sekolah ini merupakan salah satu langkah antisipasi,   mencegah penyebaran virus corona di lingkungan pendidikan. “Bagaimanapun kesehatan para siswa harus jadi prioritas. Dan sekolah sebagai tempat menempuh pendidikan yang interaksinya tinggi, harus diliburkan terlebih dahulu,” katanya.

Sebagai ketegasan, kata Anggit, Pemkab Probolinggo telah membuat surat edaran terkait dengan meliburkan seluruh satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, PKBM, dan LKP baik negeri maupun swasta. “Untuk penyelenggara pendidikan di luar kewenangan Pemkab Probolinggo seperti RA, MI, MTS, MA, SMA, SMK sederajat dan perguruan tinggi agar menyesuaikan untuk meliburkan aktifitas pembelajarannya dalam kurun waktu yang sama,” tandasnya.

Sedangkan di Kota Probolinggo, Walikota Hadi Zainal Abidin tadi malam menyampaikan pengumuman serupa melalui siaran live di radio milik Pemkot Probolinggo, berikut akun medsos. Walikota Hadi juga mengumumkan peliburan sementara untuk para pelajar di daerahnya.

 Walikota Hadi menyatakan bahwa semua jenjang pendidikan diliburkan mulai hari ini sampai batas waktu yang belum ditentukan. Lalu kapan para siswa bisa kembali masuk sekolah, nantinya akan diumumkan lagi oleh pemerintah kota. Dalam masa libur ini, Walikota Hadi minta para pelajar tidak ke mana-mana, tidak mendatangi tempat-tempat keramaian.

Namun, peliburan ini tidak berlaku untuk para guru dan ASN. Mereka tetap bekerja atau masuk seperti biasa. “Tetap bekerja seperti biasa,” katanya.

Tadi malam Walikota memastikan belum ada warga Kota Probolinggo yang terkena virus corona. Tetapi Walikota tetap meminta warga waspada dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Sering cuci tangan, banyak makan sayur dan buah. Bila kondisi tubuh tidak nyaman, segera periksa ke dokter atau rumah sakit,” kata Walikota. (tm/gus/iwy)


Bagikan Artikel