Politik & Pemerintahan

Hasan Aminuddin Desak Copot Ketua PMI Jatim


PAJARAKAN – Terbitnya Surat Edaran (SE) PMI Jawa Timur yang menyebut ada 65 warga dari 15 daerah, termasuk Probolinggo, suspect corona, mendapat tanggapan serius dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin. Hasan bahkan mendesak agar gubernur mencopot Ketua Harian PMI Jatim.

Hasan mengatakan bahwa pernyataan dari PMI Jatim itu menyesatkan dan meresahkan masyarakat. Sebab, dalam SE tersebut, PMI Jatim menyebut ada 65 warga Jatim yang suspect corona.

“Statementnya itu merilis dengan bahasa dokter, padahal dia bukan dokter. Seakan-akan di Probolinggo ada 3 orang mahasiswa terindikasi virus corona,” kata Hasan yang juga mantan Bupati Probolinggo 2 periode itu setelah melakukan peresmian ruang Fraksi Partai Nasdem DPRD Kabupaten Probolinggo, Kamis (5/3).

Ia pun menyesalkan adanya SE dari PMI Jatim tersebut. Padahal sebelumnya Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan agar tokoh publik tidak sembarangan dalam menyampaikan sesuatu kepada publik.

“Padahal, Presiden sudah jelas menyampaikan, tokoh dalam berbicara jangan celometan. Ternyata belum sampai dua hari, sudah clometan. Mahasiswa asal Probolinggo yang kuliah di China (Tiongkok, red) itu sudah pernah dikarantina di Natuna dan sudah sehat, tinggal pengwasan dan berobatnya,” papar anggota DPR RI yang terpilih dari daerah pemilihan (Dapil) Pasuruan-Probolinggo itu.

Hasan mengaku tersinggung dengan adanya SE tersebut. Pasalnya, kebenaran dari isi SE tersebut tidak bisa dipertanggung-jawabkan. SE itu bahkan juga sudah dibantah oleh  Dinas Kesehatan masing-masing daerah di Jawa Timur yang tercatut dalam SE tersebut.“Dari persoalan ini saya selaku wakil rakyat tersinggung terhadap selebaran yang sengaja diedarkan oleh ketua harian PMI Jatim itu,” katanya.

Hasan pun mendesak agar ada pemecatan terhadap Ketua Harian PMI Jatim atas beredarnya surat edaran ini. Pasalnya, surat ini sudah membuat panik warga Jawa Timur yang biasanya hidup rukun dan tentram.

“Saya mendesak kepada Gibernur Jawa Timur Ibu Khofifah selaku pembina dari PMI agar disampaikan kepada Bapak Imam Utomo selaku ketua umum (PMI) untuk memberhentikan atau mencobot ketua harian PMI,” tegasnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel