Politik & Pemerintahan

Ubah Mindset Kades Agar Tidak Ada Desa Tertinggal

Salah satu proses pembangunan di salah satu desa kategori tertinggal. Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari menargetkan pada 2020 nanti 89 desa tertinggal itu naik kelas menjadi menjadi Desa Berkembang. (Dokumen/Koran Pantura)

KRAKSAAN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo tidak menampik jika masih ada 89 desa yang masuk kategori tertinggal. Namun menurutnya, angka itu sudah menurun dibanding tahun sebelumnya yan mencapai 94 desa.

Maka untuk meningkatkan kelas 89 desa itu, Dinas PMD akan bekerja sangat ekstra. Apa lagi Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari menargetkan pada 2020 nanti 89 desa tertinggal itu naik kelas menjadi menjadi Desa Berkembang.

Heri Sulistyanto yang dikonfirmasi saat masih menjabat Kepala Dinas PMD mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan kinerja dinasnya. Selain itu, menurutnya, peran pendamping desa yang selama ini yang paling dekat dengan mereka juga perlu pengoptimalan.

“Pada 2020 target pemkab 89 desa tertinggal ini menjadi desa berkembang. Jadi tidak ada lagi di Kabupaten Probolinggo yang ada di kategori desa tertinggal. Karenanya kami akan terus memacu kinerja sehingga bisa mencapai target itu. Baik itu PMD sendiri dan yang bersentuhan langsung dengan desa, harus bekerja lebih optimal lagi,” terangnya.

Heri menuturkan, pendampingan secara berkala adalah yang diutamakan. “Kami akan melakukan pendampingan agar desa saat menggunakan dana desa sesuai dengan kriteria status desa tertinggal. Diharapkan, dana desa bisa fokus menangani masalah fase ketertinggalannya. Inshaallah akan merangkak naik. Kami akan melakukan itu bersama sama dengan pendamping dan juga kecamatan,” terangnya.

Menurutnya, sebenarnya di Permendes no 16 tahun 2017 sudah diterangkan mengenai skala prioritas penggunaan dana desa. Bahwa penggunaan dana desa untuk desa tertinggal sudah diatur. “Jika desa sesuai dengan panduan yang diatur pada permendes itu, maka inshaallah statusnya akan merangkak naik. Tetapi masalh ini juga tidak bisa sekedar diatasai melalui DD. Tetepi juga peranserta partisipasi masyarkat juga dibutuhkan,” tandasnya.

Pada tahun ini, meskipun jumlah desa tertingga masih cukup banyak tetapi tidak ada kategori desa yang sangat tertinggal. Hal itu, disukuri oleh Heri. ”Kalau kemarin masih ada desa yang berkategori sangat tertinggal. Untuk tahun ini sudah tidak ada,” jelasnya.

Upaya untuk menuntaskan jumlah desa tertinggal ini juga perlu adanya revolusi mental para pejabat yang ada di desa. Menurutnya, selama ini banyak pejabat yang ada di desa memiliki pola pikir atau mindset keliru. Mereka berfikir jika status desanya tertinggal, maka akan mendapatkan dana desa lebih banyak.

“Pola pikir semacam itu harus diubah. Ini tugas yang paling berat. Pola pikir ini harus bisa diperbaiki. Jika nanti sudah bisa berpikir lebih maju, maka akan lebih baik lagi. Desa tertinggal ini akan tidak ada lagi di Kabupaten Probolinggo,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan