Politik & Pemerintahan

Hari Ini Pemkab Mutasi Besar

Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari bersama suaminya, H Hasan Aminuddin, didampingi jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo saat acara peresmian Mal Pelayanan Publik beberapa waktu lalu. (Dokumen/Koran Pantura)

PROBOLINGGO – Pertanyaan seputar mutasi kali pertama yang akan dilakukan pasangan Bupati Hj P. Tantriana Sari dan Wabup HA Timbul Prihanjoko di periode kedua kepemimpinannya akhirnya terjawab. Dipastikan hari ini akan digelar mutasi besar untuk ratusan pejabat eselon IV, III dan II, serta fungsional.

Lalu yang istimewa, para pejabat yang masuk gerbong mutasi besar kali ini akan dilantik di tempat terbuka. Adapun tempat terbuka yang dipilih adalah obyek wisata Pantai Bentar di Kecamatan Gending. Jadi, inilah mutasi dan pelantikan yang untuk kali pertama digelar Pemkab Probolinggo di tempat terbuka. 

Berdasarkan informasi yang diterima Koran Pantura, jumlah pejabat yang masuk mutasi kali ini merupakan yang paling banyak dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Ini karena 2 tahun terakhir praktis tidak ada mutasi. Sedangkan jumlah pegawai yang masuk masa pensiun ada ratusan. Agar fungsi pelayanan dapat berjalan dengan baik, maka penyegaran dan pengisian jabatan melalui mutasi pun menjadi keharusan.

Ada sejumlah nama pejabat yang masuk dalam gerbong mutasi kali ini. Di antaranya adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana dr Anang,  Kepala Dinas Kesehatan dr Shodiq Tjahyono, Kabag Hukum Siti Mualimah dan Kabag Unit Layanan Pengadaan M Abduh Ramin.

 Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo saat dikonfirmasi kemarin (26/12) belum bisa memastikan berapa jumlah total pejabat yang bakal dimutasi hari ini. “Yang pasti jumlahnya ratusan. Dan ini yang paling banyak,” kata Tutug yang disebutkan tidak masuk gerbong mutasi ini.

Tutug juga mengakui bahwa mutasi kali ini memang istimewa. Pasalnya, acaranya digeber di tempat terbuka, dan sekaligus jumlahnya banyak. Meskipun esensi dari mutasi dan  pelantikan sebenarnya adalah rutinitas.

“Setiap saat ada yang kosong karena pejabatnya memasuki masa penisun. Dan pejabt pembina kepegawaian memiliki kewajiban untuk mengisi jabatan yang kosong itu,” terang Tutug yang saat ini juga menjabat Plt Kepala Dispersip. (bro/iwy)  


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan