Politik & Pemerintahan

Setahun Pemerintahan Walikota Hadi – Wawali Subri

PROBOLINGGO – Sebanyak 237.693 jiwa warga Kota Probolinggo telah tercover dalam BPJS Kesehatan. Tinggal 1.160 jiwa yang belum masuk program Universal Health Coverage (UHC). Dengan kata lain, hanya 0,49 persen warga Kota Probolinggo yang belum tercover di asuransi kesehatan, lantaran belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Hal tersebut diungkap Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat acara Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota Hadi Zainal Abidin dan Wakil Walikota Soufis Subri masa bakti 2019-2024. Refleksi setahun pemerintahan Walikota Hadi dan Wawali Subri itu kemarin (29/1) digelar di halaman Museum Probolinggo. 

Selain dihadiri seluruh kepala OPD dan Forkopimda, kegiatan itu juga dihadiri para guru. Tak ketinggalan, ratusan siswa juga hadir di acara yang berlangsung selama 4 hari, dimulai Rabu (19/1) hingga Minggu (2/2).

Beragam kegiatan digeber di acara tersebut, di antaranya bazar UMKM, pameran pembangunan dan pelayanan publik, pagelaran musik, hingga cangkrukan dan paparan refleksi satu satu tahun kinerja Walikota Hadi dan Wawali Subri. Ada pula senam dan gowes, berikut SPKP yang akan dimeriahkan musik religi bersama Opick.

Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menghadiri acara Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Walikota Hadi Zainal Abidin dan Wakil Walikota Soufis Subri masa bakti 2019-2024 di halaman Museum Probolinggo. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Masih dalam paparannya kemarin, Walikota Hadi juga menjelaskan program pengadaan ambulans untuk 18 kelurahan. Berikutnya, Walikota yang juga menjabat ketua DPC PKB Kota Probolinggo ini menyatakan pula bahwa pihaknya telah menyiapkan rumah singgah di Malang, Surabaya dan Jember. “Itu bisa dimanfaatkan keluarga pasien dari Kota Probolinggo yang dirujuk ke sana. Ya, memudahkan mobilisasi selama dirawat di tiga kota itu,” kata pemenang Pilwali Kota Probolinggo 2018 itu.

Lalu untuk rumah sakit baru yang berlokasi di wilayah selatan, Walikota Hadi menyatakan bahwa pembangunannya akan dimulai akhir Maret atau awal April tahun ini.

Berikutnya, di sektor pendidikan, sesuai visi misinya, Walikota Hadi menyebut  telah merealisasikan program pendidikan gratis. Termasuk bantuan seragam gratis kepada siswa-siswi kelas 1 SDN dan SMPN sebanyak 2.283 murid. “Ke depan, kami berencana memberi bantuan seragam ke sekolah swasta. Semoga keinginan kami bisa terwujud,” tambahnya.

Selain itu, ada penyediaan komputer untuk lembaga sekolah sebagai sarana pendukung dalam proses belajar-mengajar. Pemkot juga memberi beasiswa kepada warga yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, bagi anak yang prestasi namun orang tuanya kurang mampu.

Masih terkait program yang telah dijalankan selama setahun pemerintahannya, Walikota Hadi kemudian memaparkan soal kenaikan gaji bagi pengemudi dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), adanya layanan call center 112, Mal Pelayanan Publik, percepatan santunan kematian, pengembalian Plaza Probolinggo sebagai aset daerah, hingga pembelian lahan seluas 1.235 meter persegi utara Masjid Agung Roudlatul Jannah.

“Itu sejumlah program dan kebijakan lain yang berhasil kami realisasikan selama satu tahun kepemimpinan kami, Habib Hadi – Subri,” ujar Walikota.

Walikota Hadi berharap, apa yang telah dilakukan bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, sebuah program tidak ada nilainya atau tidak berarti, kalau tidak dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Walikota, 30 Januari 2020 terhitung satu tahun persis dirinya bersama Mochammad Soufis Subri menjabat Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo. “Itulah program yang sudah kami lakukan selama satu tahun kami menjabat,” jelasnya. (gus/adv)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan