Politik & Pemerintahan

Angka Kemiskinan Kabupaten Probolinggo Turun 0,95 Persen


PROBOLINGGO – Angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2019 turun 0,95 persen berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten setempat. Pada tahun 2018, angka kemiskinan sebesar 18,71 persen. Karena mengalami penurunan, angkanya menjadi 17,76 persen.

Data tersebut telah dilaporkan oleh BPS setempat kepada Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari, Selasa (28/1). Laporan disampaikan oleh Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Bagus Singgono di Pringgitan Rumah Dinas Bupati Probolinggo.

“Angka kemiskinan tahun 2019 turun sebesar 0,95 persen. Memang tidak terlalu signifikan. Namun dalam hal ini kabupaten Probolinggo tetap berhasil mempertahankan tren positifnya dalam menekan angka kemiskinan,” ungkap  Bagus Singgono.

Selain itu, penurunan angka kemiskinan juga diikuti dengan penurunan angka pengangguran yang mencapai 0,28 persen. Yakni dari 4,15 persen pada tahun 2018 menjadi 3,88 persen pada tahun 2019. “Adanya program bursa lowongan kerja yang dibuka oleh Disnaker (Dinas Tenaga Kerja), cukup berdampak signifikan pada pengurangan angka pengangguran yang ada di Kabupaten Probolinggo,” terang Bagus.

Ia mengungkapkan, pada 15 Februari hingga 31 Maret mendatang, BPS Kabupaten Probolinggo akan menggelar sensus online berbasis android. Model sensus tersebut diharapkan dapat berjalan efektif, efisien, dan akurat. “Petugas kami akan mendatangi tiap rumah warga dan melakukan sensus tersebut mulai pertengahan bulan depan,” ungkap Bagus.

Menanggapi laporan tersebut, Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari mengaku cukup lega. Ia mengapresiasi peranan seluruh pihak terkait yang telah berupaya maksimal dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Probolinggo.

“Target yang kami canangkan sebelumnya, angka kemiskinan di bawah 20 persen masih terealisasi. Tugas kami selanjutnya yakni memastikan angka kemiskinan dan pengangguran ini terus turun dari tahun ke tahun,” terangnya. (tm/eem)

Bupati Probolinggo Hj Tantriana Sari dalam audiensi dengan BPS Kabupate Probolinggo, kemarin. (Tunjung Mulyono/Koran Pantura)


Bagikan Artikel