Politik & Pemerintahan

Bupati Tantri Sebut 98 Persen Sekolah Sudah Jadul


Sampai kini kerap terjadi gedung sekolah ambruk. Terlebih saat cuaca sedang ekstrem. Ini terjadi pula di wilayah Kabupaten Probolinggo. Nah, dalam pandangan Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari, sekolah-sekolah ambruk karena faktor usia. Menurutnya, 98 persen bangunan sekolah yang ada saat ini merupakan bangunan jaman dulu (jadul).

Fakta bahwa gedung sekolah yang ada sekarang banyak yang berusia tua, memang tidak terbantahkan.  Dari ratusan sekolah yang ada di Kabupaten Probolinggo misalnya, mayoritas bangunannya merupakan sisa program sekolah inpres (instruksi presiden) yang dibangun sejak tahun 1970 silam. Jadi jika dihitung, usia bangunan sekolah-sekolah inpres itu rata-rata sudah berkisar 49 tahunan.

Di Kabupaten Probolinggo, pada penghujung tahun 2019 dan awal tahun 2020, dunia pendidikan dikejutkan dengan insiden ambruknya atap sekolah SDN Sumberpoh di Kecamatan Maron,  dan SDN Gunggungan Lor di Kecamatan Pakuniran.

Dua sekolah dasar tersebut usianya nyaris sama, dan terakhir kali mendapatkan peremajaan atau rehab pada belasan tahun lalu. Maka wajar saja apabila di musim hujan dan angin kencang itu, kondisi atap yang kayunya lapuk dimakan usia, akhirnya ambruk.

“Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Probolinggo memang hampir 98 persen sudah jadul. Inpres tahun nggak enak dan jumlahnya banyak,” kata Bupati Tantri saat ditemui di pendapa Kabupaten Probolinggo.  

Disebutnya kondisi yang demikian tersebut bukannya tidak dia ketahui. Bahkan melalui kepala dinas pendidikan, Bupati Tantri telah meminta diadakannya inventarisasi sekolah yang masih layak dan tidak layak. Hasilnya sesuai yang disebutkannya bahwa usia tidak dapat berbohong, apalagi jika itu bangunan tua.

“Sebenarnya sudah berupaya keras dengan mengalokasikan dana yang tak sedikit dari APBD untuk membiayai rehabilitasi ruang kelas itu. Tapi faktanya memang belum semua yang bisa kita cover,” sebutnya.

Coba mengakali keterbatasan anggaran tersebut, Bupati Tantri mengatakan jika dalam skala prioritas pihaknya pun secara bertahap mencoba membenahi. Satu per satu ruang kelas sekolah yang kondisi kerusakannya paling parah diperbaiki. Tentunya hal tersebut tanpa mengabaikan kondisi sekolah yang mengalami kerusakan ringan. “Sekecil apapun kerusakan yang terjadi di sekolah dampaknya pasti akan mengganggu KBM (kegiatan belajar mengajar, red),” katanya.

Bupati pun secara eksplisit telah menginstruksikan kepada seluruh embaga-lembaga pendidikan yang kondisi gedungnya sangat mengkhawatirkan. Terutama untuk segera mencatat dan melaporkan, agar tidak terjadi kerugian material maupun korban jiwa.

 

“Satu poin yang saya tegaskan lagi adalah dinas pendidikan menginventarisir sekolah. Untuk jika ada kejadian-kejadian luar biasa, misalnya hujan lebat dan angin, untuk melokalisir muridnya, gurunya, termasuk segala sesuatu sarana dan prasarana yang bisa diselamatkan,” katanya.

Di sisi lain, menurut Bupati, tidak semua sekolah yang rusak karena terdampak bencana, masuk kegiatan rehab pada APBD 2020. “Untuk infrastruktur pendidikan yang rusak karena bencana dan tidak masuk rehab di APBD 2020, kami akan prioritaskan di PAK 2020 nanti,” tegasnya.

Namun demikian Bupati Tantri menyebut bahwa setidaknya tahun 2020 ini Kabupaten Probolinggo mendapatkan bantuan program rehabilitasi sekolah dari Kementerian PUPR RI. Sedikitnya ada gelontoran dana senilai Rp 20 miliar yang diperuntukkan bagi 20 lembaga sekolah SD dan SMP di kabupaten Probolinggo yang kondisinya tidak layak.

“SDN Gunggungan Lor dan 19 lembaga lainnya, informasinya dari Dispendik, tahun ini direhab oleh Kementerian PUPR. Kita sangat berterima kasih atas bantuan itu,” sebut Bupati. 

Dengan demikian, pihaknya dapat memfokuskan diri pada ratusan sekolah sekolah inpres lain yang kondisinya memprihatinkan. Terlebih saat ini masuk cuaca ekstrem. Segala kemungkinan dapat terjadi. “Karena itu, tadi saya minta diinventarisir dulu. Setelah itu mari kita pikirkan bersama bagaimana jalan keluar terbaiknya,” tandas Bupati. (tm/iwy)


Bagikan Artikel