Politik & Pemerintahan

Wabup: Banjir Rob Mengancam


PROBOLINGGO – Parahnya pendangkalan muara sungai di Kabupaten Probolinggo, membuat potensi bencana rob tinggi. Banjir akibat pasang air laut itu mulai mengintai daerah di sepanjang pesisir pantai utara (Pantura).

Kesimpulan itu setelah Wakil Bupati Probolinggo H.A. Timbul Prihanjoko melihat langsung di lapangan. Wabup melakukan peninjauan ke sejumlah daerah muara sungai sepanjang pesisir pantai utara (Pantura) Kabupaten Probolinggo. Dia didampingi sejumlah pimpinan instansi vertikal seperti dari kesatuan TNI Angkatan Laut, Polairud, KSOP Probolinggo dan sejumlah kepala OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Peninjauan menggunakan 2 unit kapal patroli. Menyusuri sepanjang garis pantai dan muara sungai yang berada di perairan Kabupaten Probolinggo itu. Wabup menyebut  ada 3 daerah muara sungai yang mengalami pendangkalan yang luar biasa. Yakni sungai Taman Sari Dringu, muara sungai Gending dan muara sungai Kalibuntu Kraksaan.

“Terjadi pendangkalan di tiga daerah muara sungai di Kabupaten Probolinggo. Hal itu dikarenakan tingginya sedimentasi lumpur hasil gerusan aliran air sungai yang membuat daerah muara sungai menjadi dangkal dan berpotensi menimbulkan banjir rob hingga ke pemukiman nelayan,” ungkap Wabup Timbul, Rabu (8/1) kemarin.

Demi mengatasi masalah pendangkalan tersebut, tentunya harus dilakukan pengerukan. Baik sepanjang daerah aliran sungai maupun di daerah muara sungai. Hal itu untuk menjaga agar ketinggian air laut ketika pasang tidak sampai naik ke pemukiman warga.

“Untuk hal ini kami harus koordinasikan dengan pihak Pemprov guna dicarikan solusi terbaiknya. Salah satunya ya berupa pengerukan atau normalisasi ketiga sungai dan muaranya itu,” sebutnya.

Sementara Kepala kantor KSOP Probolinggo Capt. Subuh Fakkurochman mengemukakan beberapa hal. Saat ini perairan laut Probolinggo juga sudah mulai memasuki musim angin Baratan, akibatnya air pasang cenderung naik. Itu pun dengan disertai angin kencang dan ombak besar.

“Dalam cuaca yang semacam ini potensi bencana rob, tentunya selalu mengintai. Karena itu kepada warga yang tinggal disepanjang 80 kilometer garis pantai Kabupaten Probolinggo agar selalu waspada,” katanya.

Dia pun meminta kepada para nelayan agar tidak melaut jika ombak tengah bergejolak. Karena hal itu akan sangat membahayakan bagi keselamatan nelayan yang masih nekat melaut. “Terus pantau informasi dari BMKG sebelum melaut. Itu penting untuk memastikan cuaca mendukung atau tidak untuk melaut,” tandasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel