Politik & Pemerintahan

Unik, Pemkot Probolinggo Mutasi Ratusan ASN di Atas Kapal


PROBOLINGGO – Di penghujung tahun 2019, pasangan Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wawali Soufis Subri melakukan mutasi besar. Namun, mutasi dan pelantikan yang digelar kemarin (30/12) sore rada berbeda, karena dilangsungkan di atas sebuah kapal tongkang. Total ada 459 ASN yang masuk gerbong mutasi kali ini.

Mutasi tersebut digeber sekitar pukul 15.00. Lokasi mutasi ialah di atas kapal tongkang Arum Manis di Pelabuhan Baru Kota Probolinggo. Pelabuhan tersebut dikelola PT DABN (Delta Arha Bahari Nusantara)  yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) miilik Pemprov Jawa Timur.

Saat upacara pelantikan, suasana panas dan kapal tongkang pun terus bergoyang. Karenanya, usai pelantikan, peserta disemprot air oleh kendaraan damkar (pemadam kebakaran). Seluruh ASN yang dimutasi, termasuk Wawali Subri yang memimpin mutasi tersebut, jadi basah kuyup. “Tadi mengeluh kepanasan. Ya, kami dinginkan dengan damkar,” celetuk Wawali. 

Dalam sambutannya, Wawali Subri menyatakan minta maaf atas ketidakhadiran Walikota Hadi Zainal Abidin yang harus mengikuti kegiatan lain. Lalu menurut Wawali Subri, mutasi  ASN sudah biasa. Hanya, kali ini tempatnya tidak biasa. 

Selanjutnya, Wawali Subri menyatakan bahwa ini merupakan mutasi pertama di pemerintahannya. Walikota bersama dirinya memiliki pertimbangan khusus memutasi jajarannya. Yang jelas bukan karena alasan senang atau tidak senang, melainkan pertimbangan kinerja, kreativitas, dan track record. “Pertimbangan itu tidak saja saat di era kepemimpinan kami. Tetapi juga di masa kepemimpinan walikota sebelumnya, juga menjadi pertimbangan kami,” tegas Wawali Subri.

Menurutnya, mutasi di kapal bermaksud mengirim pesan bahwa mutasi bisa dilakukan di mana saja. Begitu pula dengan jabatan bagi ASN dan OPD. “Pelantikan berada di manapun. Sama dengan kesiapan OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Di pindah di manapun harus siap,” katanya.

Ke depan, tambah Wawali Subri, tidak ada lagi istilah OPD besar-kecil dan basah-kering. Yang ada adalah OPD berbintang. OPD bintang 1 nanti bisa saja menjadi OPD bintang 4 karena kinerja dan kreativitasnya. “OPD yang naik bintang itulah yang nanti akan diperhatikan dan ditambah anggarannya. Kalau kinerjanya tidak bagus, OPD bintang 4 bisa jatuh ke bintang 1,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wawali Subri juga mengingatkan kepada lurah dan camat. Menurutnya, Walikota Hadi dan dirinya akan serius memantau lurah dan camat. Mengingat, tahun depan lurah mendapat dana kelurahan yang besarannya Rp 1,6 miliar setiap kelurahan. “Hati-hati Pak Lurah, karena kami akan mengawasi dana itu. Kalau tidak sanggup menjalankan anggaran itu, terus terang. Jangan dipaksakan yang nantinya berimplikasi hukum,” katanya. 

Sementara, dalam mutasi kemarin ada sejumlah pejabat yang digeser ke tempat baru. Salah satunya adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Budi Krisyanto yang digeser menjadi Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar). Sedangkan Kepala Disbudpar Tutang digeser menjadi Asisten. Bidang Budaya dalam Disbudpar resmi digabung dengan Dinas Pendidikan, menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. (gus/iwy)


Bagikan Artikel