Hasan: Tidak Ibadah, Tidak Pancasilais

KRAKSAAN – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin mengajak masyarakat untuk memasyarakatkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Sebab menurutnya, Pancasila memiliki pengertian yang sepatutnya dipraktikkan oleh masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Hasan di sela sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Aula Bin Hasan Pondok HATI, Desa Rangkang, Kota Kraksaan beberapa waktu lalu. “Pancasila, silanya ada lima. Kalimat setiap sila memang pendek, namun mengandung pengertian yang dalam,” terangnya.

Menurutnya, warga Indonesia yang tidak Pancasilais adalah pemeluk agama yang tidak menjalankan perintah agamanya. Misalnya, orang Islam yang tidak beribadah sesuai perintah agamanya, maka mereka merupakan warga Islam yang tidak Pancasilais.

“Hal yang sama juga berlaku untuk pemeluk agama lain. Kalau tidak beribadah, ya tidak Pancasilais. Pancasila mengajarkan kita untuk beribadah,” tegas suami dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari ini.

Artikel Terkait

Ia menilai kata dan istilah Pancasila jarang dibicarakan. Masyarakat saat ini justru lebih sering menyebut istilah radikalisme daripada Pancasila. Apalagi peristiwa radikal memang cukup sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Sedikit-sedikit, bahas radikalisme. Isu radikalisme seharusnya jangan dibicarakan lagi. Yang perlu sering disebut dan dibahas adalah Pancasila,” ucap Hasan.

Menurut Hasan, seharusnya isu radikalisme sudah tidak berkembang di lingkungan masyarakat. Oleh karenanya, Hasan kemudian menekankan bahwa masyarakat mulai mendefinisikan makna Pancasilais yang diklaim sebagai lawan dari radikal, dari sudut pandang berbeda.

“Orang Indonesia itu pasti beragama. Islam, Kristen, Hindu, Budha sampai Konghucu. Sehingga Ketuhanan yang Maha Esa itu kalau dibedah, maka warga Indonesia itu wajib beragama, kecuali orang Atheis,” papar Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan masyarakat adat.

“Nah, (sudut pandang) ini harus diubah dan penting diviralkan. Masyarakat harus lebih sering menyebut kata Pancasila agar menyatu dengan keseharian mereka,” tegas Hasan. (awi/eem)

Artikel Terbaru

Sekali Sikat, Tiga Ekor Sapi Lenyap

PROBOLINGGO – Warga Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo geger, Rabu (3/6) dini hari. Pasalnya,…

3 Juni 2020

Motor Dipinjam Teman, Tak Kembali, Lapor Polisi

KRAKSAAN - Sial nasib yang dialami Imam Rosidi (22), warga Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan…

3 Juni 2020

Pasca Lebaran dan Tradisi Warga Jual Perhiasan

PROBOLINGGO - Beberapa tradisi Idul Fitri berasa hilang di masa pandemi Covid-19. Namun, tetap ada…

3 Juni 2020

Layanan Uji Kir Kembali Normal

KRAKSAAN – Mulai Selasa (2/6) layanan uji kir di balai uji kendaraan bermotor yang berada…

2 Juni 2020

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Desa

TIRIS – Sejumlah warga Dusun Nampu, Desa Pedagangan, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo menumpahkan kekesalannya atas…

2 Juni 2020

Haji 2020 Resmi Batal

KRAKSAAN – Kementerian Agama RI resmi membatalkan keberangkatan haji tahun 2020 atau 1441 Hijriyah. Hal…

2 Juni 2020