Pemkab Kaji Perampingan Struktural ASN

KRAKSAAN – Program perampingan struktural eselon III dan IV yang diperintahkan Presiden RI Joko Widodo sudah mulai berjalan. Termasuk di lingkungan Pemkab Probolinggo. Tercatat ada sekitar 786 ASN di lingkungan Pemkab Probolinggo bakal terjaring perampingan jabatan  dari struktural ke fungsional.

Berdasar data Bagian Organisasi Pemkab Probolinggo, sejumlah 786 pejabat itu rinciannya eselon III-a sebanyak 68 pejabat; eselon III-b sebanyak 115 pejabat; eselon IV-a sebanyak 523 pejabat; dan eselon IV-b sebanyak 80 pejabat.

Kabag Organisasi Anna Maria mengatakan, total eselon III dan IV ada sekitar 786 pejabat. Namun itu belum tentu seluruhnya terjaring dalam perampingan jabatan dari struktural menjadi fungsional. Sebab, ada beberapa pejabat dari kedua eselon itu yang sudah berada di jabatan fungsional.

Namun menurut Anna, tidak menutup kemungkinan nanti bisa pindah ke jabatan lain. Untuk sementara, pihaknya tengah mengkaji jumlah total pejabat dari eselon III dan IV. Kemudian, satu persatu akan didata kembali berdasarkan nama, jabatan, golongan, dan jumlah gajinya.

“Setelah terdata semua, baru akan ditemukan ada berapa yang nantinya terjaring perampingan itu. Jika sudah terdata semua, kami akan mengirimkan hasilnya pada Menpan RI. Sejauh ini masih dalam proses,” ungkap Anna saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (28/11).

Tidak hanya itu, pihaknya nanti juga akan melakukan pengajuan jabatan fungsional baru yang belum ada di kamus Pemkab Probolinggo. Sehingga itu bisa menjadi pertimbangan dan kursi baru bagi para pejabat fungsional. “Kemudian mengusulkan jabatan fungsional yang tidak ada di kamus untuk diusulkan ke Menpan RI,” ujar wanita berkacamata itu.

Terkait terobosan pemerintah pusat ini, Anna menyebutnya sangat bagus. Sebab, perampingan eselon sejatinya membuka peluang yang sebesar-besarnya bagi para ASN untuk menempati jabatan fungsional.

Dengan jabatan fungsional, para ASN dimungkinkan untuk terus bekerja berdasarkan kompetensi dan keahlian. Sehingga mereka dapat bekerja lebih optimal sesuai kemampuan dan latar belakang yang dimiliki masing-masing. “Jadi nanti para pejabat itu akan mendapat porsi yang sesuai dengan kemampuannya. Jika potensinya di kebudayaan misalnya, nanti bisa berpindah ke dinas terkait,” terang Anna. (yek/iwy)

Share
Ditulis oleh
Koran Pantura
Topik: Probolinggo

Artikel Terbaru

Pelajar Edar Pil Trex

PROBOLINGGO – Satresnarkoba Polres Probolinggo Kota berhasil membekuk IA (18), seorang pelajar sebuah SMA swasta. Ia ditangkap Jumat (22/11) sekitar…

% hari yang lalu

Janda, Berkebutuhan Khusus, Dihamili

PROBOLINGGO – Karena tidak kuasa lagi menahan beban yang dipikul, perempuan berinisial DO (24), dengan didampingi keluarganya, kemarin (9/12) mendatangi…

% hari yang lalu

Polisi dan Warga Tingkatkan Kewaspadaan

PAKUNIRAN – Teror anjing liar yang terjadi di Desa Bucor Wetan membuat masyarakat sekitar resah. Pasalnya, peristiwa tersebut bukan kali…

% hari yang lalu

Anggaran Gedung Kesenian Rp 1,76 M

KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo saat ini tengah membangun gedung kesenian di eks lahan Puskesmas Kraksaan di Desa Sumberlele, Kota Kraksaan.…

% hari yang lalu

Padmasana Hindu Tengger Dirusak

PROBOLINGGO – Sebuah Padmasana di bawah mata air suci Widodaren, kawasan Gunung Bromo dirusak oleh orang tak dikenal. Warga Suku…

% hari yang lalu

Rencana Buat Kurban, Domba Dimangsa Anjing Liar

PAKUNIRAN - Kasus dugaan serangan anjing liar pada hewan ternak di Kabupaten Probolinggo kembali terjadi. Kali ini di Dusun Karanganyar,…

% hari yang lalu