Politik & Pemerintahan

Kajari: Aparat Jangan “Saling Gigit”


KRAKSAAN – Kepala Kejari Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis tidak ragu bicara blak-blakan. Selain menyebut masih marak pungutan liar (pungli) yang menghambat iklim investasi, Kajari Nadda juga menyatakan soal “saling gigit” antar aparat hukum yang dapat menghambat pembangunan dan kemajuan daerah.

Hal itu disampaikan Kajari Nadda Lubis saat menyampaikan sambutan dalam acara Rembuk Daerah, Penguatan Pemerintahan yang Bersih dan Penguatan Ekonomi, Kamis (21/11) lalu. Acara itu digelar Bakesbangpol di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan. 

Dalam kesempatan itu, Kajari Nadda terang-terangan membeberkan praktik “saling gigit” di antara aparat penegak hukum. Katanya, aksi lempar batu sembunyi tangan itu sempat terjadi di Kabupaten Probolinggo. Ia pun geram dengan kondisi yang sangat memprihatinkan itu.

Sebab, menurut Nadda, hal itu dinilai dapat menjadi penghambat laju pembangunan daerah, lantaran akan terjadi ketidak-harmonisan. “Antar aparat penegak hukum jangan saling gigit lah. Kalau kita aparat penegak hukum tidak kompak, bagaimana negara mau maju,” tegas Nadda di hadapan ratusan undangan.

Seharusnya, sebagai penegak hukum, perlu saling dukung dan membantu satu sama lain. Dengan tujuan untuk mendorong kemajuan daerah yang harmonis dan sejahtera. “Ini sangat tidak baik untuk kemajuan daerah,” katanya.

Sementara, Wakapolres Probolinggo Kompol Agung Setyono dalam sambutan di acara yang sama menyatakan pentingnya sinergitas menuju keamanan dalam pembangunan daerah dan nasional. “Soal korupsi, lebih diutamakan pencegahan dibanding penindakan, agar stabilitas tidak gaduh,” katanya.

Tidak hanya itu, untuk mewujudkan stabilitas dan elektabilitas itu perlu adanya saling bahu membahu. Entah pemerintah daerah, aparat, bahkan pula media untuk terus mendukung program dan kepentingan bersama. “Dengan begitu pertumbuhan daerah akan semakin cepat,” katanya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel