Politik & Pemerintahan

Kajari: Terlalu Banyak Pungli, Ganggu Investasi


KRAKSAAN –  Investor yang hendak masuk di Kabupaten Probolinggo selama ini terkesan hanya numpang lewat atau sekedar “mampir minum kopi”. Ini karena mereka ketakutan dengan banyaknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis, dalam acara Rembuk Daerah Penguatan Pemerintahan yang Bersih dan Penguatan Ekonomi, di ruang Madakaripura Gedung Pemkab Probolinggo, Kamis (21/11).

Menurut Nadda, terlalu banyak pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab di Kabupaten Probolinggo ini. Tak ayal jika keadaan itu juga memberikan dampak signifikan pada investor. Sehingga, mereka yang ingin tanam modal pun lari terbirit-birit.

“Terutama dalam kepengurusan perizinan. Di dalam sana terlalu banyak pungli dan merasa dipersulit, ini harus dievaluasi,” tegas Nadda.

Selain itu, katanya, investor juga banyak mendapat ancaman-ancaman dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga itu menghantui para investor untuk melakukan kegiatan dan menanam modal di Kabupaten Probolinggo.

Ironisnya, kata Nadda, ada juga oknum LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang selalu mengancam dan mencari-cari kesalahan para investor untuk dilaporkan pada pihak berwajib. Hal itu yang membuat investor merasa ditelanjangi. “Dari kondisi ini membuat mereka para investor hingga saat ini males tanam modal di Kabupaten Probolinggo,” paparnya.

Namun dari pengalaman itu, pihaknya bersama dengan Pemkab Probolinggo akan melakukan pembenahan dan kontroling. Agar  para investor yang sebelumnya lari terbirit-birit bisa kembali masuk dan tanam modal. “Bisa masuk dan melakukan kegiatan di Kabupaten Probolinggo, dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

Sementara itu, di acara yang sama, Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari mengatakan bahwa bukan hanya investor yang tidak kerasan di Kabupaten Probolinggo. Pihaknya pun juga merasa tidak nyaman dengan ulah oknum yang selalu mencari-cari kesalahan Pemerintah Kabupaten dalam melakukan kegiatan.

“Saya berkomitmen untuk mempermudah dalam pelayanan dan perizinan untuk para investor yang hendak menanamkan modalnya, dengan harapan para investor masuk dan progresif di Kabupaten Probolinggo,” tegas Bupati Tantri. (yek/iwy)


Bagikan Artikel