Politik & Pemerintahan

Gelar Workshop Pengembangan Desa Emas

KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo bersama Yayasan Gerakan Desa Emas Indonesia menggelar workshop pengembangan desa emas bagi patriot desa. Kegiatan bertema “Society 5.0 Creative Technopreneur (Indonesia Saemaul Global League) itu diselenggarakan di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan, Jumat hingga Minggu (15-17/11).

Workshop dibuka oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, dan diikuti oleh sejumlah patriot dari 20 desa terpilih. Ada 3 patriot pria dan perempuan dari setiap desa, dengan didampingi oleh kepala desa. Dari 20 desa tersebut, 12 desa di antaranya berasal dari Kecamatan Sukapura.

Kegiatan itu juga dihadiri langsung oleh Pembina Yayasan Gerakan Desa Emas Indonesia Aries Muftie, Ketua Gerakan Desa Emas Iwan Agustiawan Fu’ad, Sekda Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, beserta sejumlah pejabat OPD yang lain.

Dalam sambutannya, Pembina Yayasan Gerakan Desa Emas Indonesia Aries Muftie mengungkapkan, untuk menjadikan desa emas itu tak akan mudah jika tidak dimulai dari dalam diri setiap warga. Artinya, desa emas itu lahir dari individu yang memiliki kepribadian dan karakter emas. Sehingga dari kepribadian yang diterapkan dan dimiliki oleh setiap warga. Maka akan terbentuklah desa emas

“Kabupaten Probolinggo tidak mungkin menjadi kabupaten emas, kalau kecamatannya tidak menjadi kecamatan emas. Kecamatan tidak mungkin menjadi kecamatan emas. Kalau desanya tidak menjadi desa emas. Begitu seterusnya hingga setiap individu tidak akan menjadi individu emas jika tidak menjadi patriot emas,” ungkapnya.

Aries menjelaskan, gerakan desa emas sebetulnya adalah gerakan yang memicu supaya masyarakat berpikir dari biasa-biasa saja bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Sebab pada dasarnya Tuhan itu menciptakan manusia untuk menjadi individu yang luar biasa.

“Setiap manusia yang memiliki semangat juang, itu nomor satu. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas sampai tuntas. Selanjutnya memiliki semangat malu menjadi benalu. Tangan di bawah itu malu. Kemudian memiliki semangat gotong royong. Jika hal ini ada maka Insha Allah tidak akan ada bangsa lain yang bisa mengalahkan,” jelasnya.

Sementara, Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari menyampaikan, dari 325 desa dan 5 kelurahan yang tersebar di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, sebagian besar sudah menjadi desa dengan kategori desa mandiri dan membangun. Hanya tersisa 9 desa yang masih berkategori desa tertinggal.

Menurut Bupati Tantri, program desa emas itu merupakan program yang luar biasa. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak bergerak cepat. Oleh karena itu tahun ini dilaksanakan workshop terkait desa emas bagi 20 desa. Agar nantinya pada awal tahun depan sudah bisa langsung penerapannya.

Bupati Tantri meminta kepada 20 orang kepala desa yang telah terpilih untuk menjadi pilot project Yayasan Desa Emas. Sekaligus Patriot Desa agar memanfaatkan kegiatan itu sebagai sebuah media yang mampu menambah semangat membangun diri.

“Semoga kegiatan ini menjadi media dan sarana yang manfaat bagi kita bersama menjadi ilmu dan pengalaman yang memberikan keberkahan bagi kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Probolinggo,” kata Bupati Tantri. (yek/iwy/adv)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan