Politik & Pemerintahan

Wabup: Gagas dan Rintis Wisata

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sudah berupaya mengembangkan objek wisata yang ada dan telah ternama, seperti Gunung Bromo, air terjun Madakaripura dan wisata snorkeling di Gili Ketapang. Namun di sisi lain, wisata kreatif juga harus digagas dan dirintis untuk bisa menjadi jujugan alternatif wisatawan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko saat acara Gerakan Masyarakat Kali Bersih (Germas Kasih) di Kelurahan Sidomukti, Kota Kraksaan, Kamis (14/11) lalu. “Untuk membuat wisata baru, kita memang harus merintis,” katanya.

Menurutnya, terkadang hal sepele bisa menjadi ide menakjubkan jika berhasil diterapkan oleh pemerintah dengan dorongan dari masyarakat. Dia mencontohkan dengan Kampung Kelir di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

“Itu sebenarnya apa sih? Kan cuma rumah dicat, genteng dicat, tapi karena menarik, bersih dan rapi, akhirnya banyak masyarakat yang ke sana. Apalagi tempat itu menyediakan spot-spot selfie yang menarik dan kekinian,” ungkapnya.

Ada lagi tentang selokan yang bersih di Banyuwangi yang dijadikan tempat membudidaya ikan. Konsep itu menarik. Sebab, selokan lazimnya identik dengan saluran irigasi yang kotor dan bau. Namun karena dibersihkan dari sampah, ikan pun bisa dibudidayakan di selokan tersebut.

“Nah, saya berharap OPD ini bisa mewujudkan konsep-konsep seperti ini. Pertama, lingkungan harus bersih, termasuk sungai. Karena nanti kalau sudah bersih, hal-hal yang lain bakal mengikuti,” papar warga Kecamatan Maron tersebut.

Dia juga menyebut tentang sungai di sela Pasar Kumbasari dan pasar Badung di Kota Denpasar, Bali. Di mana sungai tersebut saat ini menjadi salah satu objek wisata bagi masyarakat.

“Saya pernah ke sana dan memang sangat bagus. Ada jembatan mini, ada kursi dan meja untuk bersantai di pinggir sungai, ada spot selfie dan lain-lain. Sungainya juga bersih dan gak bau,” beber Politisi PDI-P ini.

Dia berharap agar sungai di Kota Kraksaan nantinya bisa menjelma menjadi objek wisata seperti di Kota Denpasar tersebut. “Jadi fungsi sungai bukan lagi hanya untuk irigasi saja, tetapi juga bisa untuk zona rekreasi,” tegas Wabup Probolinggo 2 periode tersebut. (awi/iwy)  

 


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan