Politik & Pemerintahan

Ada Pilkades, Omzet Percetakan Naik


PROBOLINGGO – Masa kampanye Calon Kepala Desa (Cakades) di 12 pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Probolinggo dimulai sejak 28 Oktober lalu. Masa kampanye itu membawa berkah tersendiri bagi para pengusaha percetakan di Probolinggo yang mampu meraup omzet hingga jutaan rupiah.

Pelaku usaha percetakan kebanjiran orderan banner dari sekitar 40 cakades yang berlomba-lomba menarik hati dan perhatian warga desanya dengan berbagai jenis banner dan ukuran yang dibumbui dengan visi dan misi masing-masing cakades.

“Lonjakan pesanan banner sudah mulai terasa sejak akhir pekan lalu. Tapi memang tidak sebanyak dan sebesar saat Pileg dan Pilpres kemarin,” kata Heru, salah seorang pemilik usaha percetakan di Kota Probolinggo, Selasa (29/10) kemarin.

Menurutnya, kebanyakan pesanan yang masuk dari cakades berupa banner dengan ukuran kecil berukuran 80 x 120 cm. Ukuran tersebut dikatakannya lumrah dipakai untuk banner kecil yang biasa dipasang di pohon.

“Kalau banner ukuran besar diatas 3×1 meter ada juga, tapi jumlahnya nggak terlalu banyak. Justru yang banyak banner yang ukuran kecil-kecil itu. Mungkin agar lebih hemat,” jelasnya.

Heru menyebut, tren pesanan banner saat adanya pilkades serentak seperti saat ini, tak membuatnya sampai banting harga guna menarik pesanan dari para cakades. Menurutnya, saat ini tidak sama dengan pada saat Pilpres maupun Pileg. Alasannya karena kuantitasnya tak sebanyak saat Pileg dan Pilpres.

“Jadi soal harga kami berikan harga normal sekitar Rp 15 ribu per meter. Diskon baru ada apabila jumlah pesanannya sesuai kriteria kami. Saya tak mau sebut berapa minimalnya tapi soal potongan harga itu bisa dinegosiasikan,” tutur Heru. (tm/awi)


Bagikan Artikel