Politik & Pemerintahan

Target 2020 Bebas Desa Tertinggal

Jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo membahas program-program yang akan dijalankan demi mengejar target 2020 bebas desa tertinggal. (Tunjung Mulyono/Koran Pantura)

PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo menargetkan tahun 2020 mendatang daerahnya terbebas dari status desa tertinggal. Sedangkan saat ini berdasarkan rilis Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) Kemendes PDTT, di Kabupaten Probolinggo masih terdapat 89 desa tertinggal.

Karena itu Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo HA Timbul Prihanjoko meminta kepada seluruh organisasi perangkat desa (OPD) dan camat agar menjalin kerjasama yang lebih baik dengan pendamping desa dan kepala desa. Terutama untuk menaikkan indeks desa membangun (IDM) di desa yang kini masih masuk dalam kategori desa tertinggal.

“Meski tahun ini jumlah desa tertinggal turun 5 desa dari sebelumnya 94 desa, namun 89 desa tertinggal itu masih jumlah yang cukup besar. Oleh karena itu, dalam dua tahun ini, seluruh pihak terkait wajib fokus meningkatkan IDM di 325 desa, tanpa terkecuali. Ini demi mengejar target 2020 Kabupaten Probolinggo bebas desa tertinggal,” tegas Wabup Timbul, Selasa (18/12).

Dia pun mewanti-wanti kepada desa yang saat ini masuk kategori desa berkembng agar tidak berleha-leha. Supaya nanti tidak tidak malah turun status menjadi desa tertinggal. “Yang sudah baik, tetap pertahankan. Kalau bias, terus dikembangkan sebagai desa percontohan bagi desa yang lainnya,” pintanya.

Wabup menjelaskan, untuk meningkatkan IDM itu, pihaknya meminta para camat, kades dan pendamping desa untuk memfasilitasi peningkatan IDM sesuai indikator yang sudah ditetapkan. Indikator itu meliputi ketahanan sosial, ekonomi dan lingkungan. Tiga hal tersebut dikembangkan lebih lanjut dalam banyak variabel serta beberapa indikator sebagai turunannya.

“Sejatinya, semua aspek itu sudah dimiliki oleh semua desa. Hanya tinggal menekankan kembali IDM tersebut. Kami juga mendorong desa-desa lain yang sudah berkembang untuk naik jadi desa maju. Sedangkan desa yang sudah berkembang, didorong lagi menjadi desa maju, ” jelasnya.

Demi mewujudkan hal itu, Wabup Timbul mengaku akan berupaya maksimal agar alokasi Dana Desa (DD) yang melekat di tiap desa benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun seluruh lini kehidupan masyarakat desa.

“Jika desa itu tertinggal karena bidang kesehatan, perlu ada perhatian tambahan untuk bidang kesehatan. Karena kriterianya banyak. Bisa persoalan kesehatan, pendidikan atau infrastrukturnya yang difokuskan,” tegasnya.

Sementara, Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto mengatakan untuk mencapai target tahun 2020 bebas desa tertinggal perlu ada komitmen yang sama dari semua pihak. Mulai dari OPD, camat, kepala desa hingga pendamping kecamatan dan desa.

“Saat ini desa sedang berproses dalam penyusunan APBDes tahun 2019. Sehingga harapannya program-program yang mendukung kenaikan indikator IDM bisa masuk dalam APBDes. Mohon kiranya para camat ikut mendampingi desa dalam penyusunan APBDes dengan memasukkan beberapa indikator IDM,” katanya.

Menurut Heri, dari 325 desa di Kabupaten Probolinggo, hanya 30 desa yang masuk kategori maju. Lalu 206 desa kategori berkembang, dan 89 desa tertinggal.  “Untuk kategori desa mandiri, hingga saat ini belum ada desa yang masuk,” terangnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan