Politik & Pemerintahan

Polres Tahan Anggota DPRD Ijazah Palsu


PROBOLINGGO – Kasus dugaan ijazah palsu yang melilit anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir akhir berlanjut ke penahanan. Anggota DPRD dari Partai Gerindra itu resmi ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan oleh Polres Probolinggo sejak Jumat (4/10).

Abdul Kadir saat bertemu pelapornya, Ketua LSM Permasa Saudi Hasyim Jahur.

Hal tersebut dibenarkan oleh kuasa hukum tersangka, Hosnan Taufik. Ia menyebutkan bahwa pada proses pemanggilan kedua kliennya pada Jumat siang, penyidik Satreskrim Polres Probolinggo langsung menetapkan status tersangka. Dan saat itu pula Abdul Kadir dengan status tersangka, ditahan. “Klien saya ditahan sejak Jumat petang. Dia diperiksa sejak jam dua siang,” kata Hosnan kepada Koran Pantura, Sabtu (5/10).

Dijelaskannya penahanan yang dilakukan terhadap kliennya itu merupakan buntut dari penetapan penyidik dari status kliennya. Jika sebelumnya masih sebagai saksi, Jumat kemarin akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. “Surat penahanannya juga telah kami pegang,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso menyebutkan, penahanan Abdul Kadir dari Dapil 2 (Kraksaan, Besuk, dan Gading) itu dilakukan karena statusnya sudah resmi jadi tersangka. Kalau ditetapkan statusnya sebagai tersangka sudah sejak beberapa hari yang lalu. Makanya pada pemanggilan kedua kemarin kami langsung lakukan penahanan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LSM Permasa Saudi Hasyim Jahur sebagai pelapor kasus ini mengaku bangga dan mengapresiasi kinerja Polres Probolinggo. “Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto dan anggotanya yang telah bekerja secara profesional dan tak pandang bulu dalam mengungkap kasus ini. Semoga adanya kasus ini menjadi pembelajaran bagi yang lainnya agar tak berani lagi memalsukan dokumen negara,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel