Politik & Pemerintahan

Pelajari Optimalisasi PAD, DPRD ke Tangerang

PROBOLINGGO – DPRD Kabupaten Probolinggo yang baru dilantik akhir Agustus lalu berupaya meningkatkan kapasitas diri. Salah satunya tentang pemahaman alur pendapatan asli daerah (PAD), bagaimana alur masuknya dari retribusi jasa wisata.

Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Probolinggo melaksanakan studi banding ke DPRD Kota Tangerang, kemarin (2/10). Tujuannya untuk mengetahui seluk beluk pendapatan asli daerah (PAD) di kota pariwisata itu.

“Pihak DPRD Tangerang memberikan supporting kepada kami untuk menggali potensi-potensi yang ada. Contohnya pariwisata,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Andi Suryanto Wibowo.

Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Probolinggo harus dikelola menjadi destinasi wisata profesional yang dapat diminati wisatawan. Sehingga dapat meningkatkan PAD dari sektor pariwisata.

“Karena kita punya laut, Gunung Bromo. Sedangkan Kota Tangerang destinasi wisata hanya punya Sungai Cisadane, tapi mau ditingkatkan secara maksimal,” katanya.

Tak seperti Probolinggo, Kota Tangerang tidak memiliki banyak kekayaan alam yang dapat dikelola menjadi destinasi wisata. Namun, Pemerintah Kota Tangerang mengelola Sungai Cisadane untuk memiliki daya tarik bagi wisatawan. Yakni dengan menggelar Festival Cisadane yang kini masuk dalam event Nasional.

Bahkan, menurut Andi, pemerintah Tangerang akan memberdayakan pengelolaan destinasi wisata Sungai Cisadane dengan menghadirkan fasilitas water way sebagai transportasi air. Saran lain yang diterima Andi dari DPRD Kota Tangerang yakni untuk menerapkan pelayanan tapping box secara online di setiap hotel dan restoran sebagai bentuk pengawasan. Sebab dana pajak hotel dan restorannya akan langsung masuk ke instansi pendapatan daerah.

“Pajak hotel dan restoran harus real time. Misalnya makan di restoran, pajaknya sudah langsung masuk ke bagian pendapatan.  Hal-hal inilah yang dapat menggali potensi PAD di Kota Tangerang,” katanya. (ra/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan