Politik & Pemerintahan

Sepekan, Tiris Berangsur Pulih


Jalanan sudah mulai lancar dilalui setelah dilakukan pembersihan oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, OPD terkait, relawan dari organisasi maupun umum. (ISTIMEWA/Koran Pantura)

TIRIS – Masyarakat Desa Andungbiru Kecamatan Tiris pasca diterjang bencana banjir bandang dan tanah longsor, sepekan lalu, kini berangsur pulih. Masyarakat mulai beraktifitas seperti biasanya. Meskipun perbaikan instalasi listrik PLN dan air belum rampung, kini mereka tidak terisolir lagi.

Mayor Arh Ciptadi selalu Komandan Poskotis Penanggulangan bencana alam di Tiris, melaporkan hasil sepekan upaya recovery. Tim dari unsur TNI ini menyatakan pihaknya tinggal memberbaiki hal-hal yang bersifat minor.

Menurut Mayor Ciptadi, normalisasi akses jalan masyarakat memang menjadi salah satu prioritas utama untuk segera ditangani dalam proses penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor kali ini. Oleh karenanya, sejak awal seluruh pihak, baik TNI/Polri dan instansi terkait serta masyarakat saling bersinergi untuk membersihkan material longsor dan banjir.

“Dua unit alat berat ekscavator pun juga harus dikirim Pemkab Probolinggo ke lokasi bencana untuk membackup dan meringankan pekerjaan, dengan begitu  penanganan normalisasi akses jalan dapat terlaksana dengan cepat,” ujarnya, kemarin (17/12).

Jalan utama desa Andungbiru yang sempat lumpuh karena tertutup material banjir dan lumpur itu kini sudah terbuka dan aman untuk dilalui kendaraan roda empat dan roda dua. Sedangkan jembatan penghubung antara Dusun Kedaton dan Dusun Lawang Kedaton masih berupa jembatan darurat dan belum bisa dilalui roda empat.

“Bersama seluruh kekuatan yang ada, kami telah mengupayakan terbukanya jalan alternatif setapak untuk menghubungkan Dusun Lawang Kedaton atas dan bawah yang sebelumnya lumpuh total. Kini masyarakat bisa mengakses jalan ini dengan roda dua,” ungkap Mayor Ciptadi.

Menurut pemantauannya, meskipun Andungbiru dan sekitar kebun teh cuaca hujan dengan intensitas sedang namun tidak ada tanda-tanda adanya potensi banjir bandang susulan. Lebih lanjut ia menambahkan selain kondisi jalan yang sudah aman dan bisa dilewati kendaraan, kondisi kantor desa Andungbiru dan Polindes saat ini juga sudah bersih dari material banjir dan lumpur.

“Praktis untuk kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat dan pelayanan administratif Pemerintahan Desa Andungbiru sudah bisa dilaksanakan dengan normal mulai hari ini (Senin, red),” ungkapnya kemarin. Rencana selanjutnya, tim juga akan fokus untuk memperkuat pancangan jembatan darurat agar meyakinkan menahan beban dan laju aliran air sungai. (ra/iwy)


Bagikan Artikel