Politik & Pemerintahan

Biaya Pilkades Capai Rp 600 Juta


PROBOLINGGO – Sebanyak 12 desa yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Probolinggo akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada bulan November nanti. Anggaran yang bakal digunakan mencapai lebih dari Rp 600 juta.

Kabid Penataan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Bambang Susmoko menyebut, Desa Kedawung Kecamatan Kuripan merupakan desa yang anggaran pilkadesnya tertinggi dengan Rp 71.887.250.

Sementara Desa Rondokuning Kecamatan Kraksaan dengan anggaran Pilkades terendah yakni Rp 44.088.000. Sedangkan untuk total penganggaran, pihaknya mengaku menganggarkan lebih dari Rp 600 juta dari gelaran tersebut.

Ia menjelaskan, besaran dana tersebut memang sengaja tidak diratakan untuk semua desa yang akan menggelar Pilkades. Sebab ada beberapa poin yang menjadi pertimbangannya dalam menggelontorkan dana tersebut.

“Dalam Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28 tahun 2019 tentang Pilkades. Poinnya dihitung dari banyaknya Daftar Pemilih Sementara (DPS). Dari itu ditambah 5 persen untuk cadangannya (surat suara, red),” katanya.

Selain itu, bukan jumlah calon kades yang menjadi sebab berbedanya anggaran pilkades, namun karena faktor jumlah dusun yang ada dalam satu desa. “Karena untuk sarana-prasarana Pilkades yang dihitung itu mulai dari kotak suara, kertas suara, dan beberapa ATK (Alat Tulis Kantor) yang dihitung dari setiap dusun,” katanya. (ay/awi)


Bagikan Artikel