Politik & Pemerintahan

TPS Direhab, Sampah Menumpuk


KRAKSAAN – Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Pasar Semampir, Kelurahan Semampir, Kota Kraksaan saat ini sedang direhab. Sejak sepekan lalu, TPS tersebut ditutup. Warga dilarang membuang sampah dibuang sekitarnya. Namun masyarakat terlanjut terbiasa membuang sampah di lokasi tersebut. Hal itu membuat sampah menumpuk di tepi jalan dan menimbulkan kemacetan.

Amalia, salah seorang warga sekitar berharap agar proyek perbaikan TPS yang berdekatan dengan pasar tersebut cepat selesai. Sebab menurutnya, lokasi tersebut selalu dipadati oleh pengguna jalan setiap hari. “Semoga cepat selesai. Tidak bagus juga sampah-sampah menumpuk di pinggir jalan,” harapnya.

Taufik (37), pedagang kaki lima di sekitar TPS tersebut mengatakan, TPS itu ditutup sejak sepekan lalu. Di dinding penutup sudah dipasang larangan membuang sampah di lokasi tersebut. “Tapi warga masih buang sampah di sana, karena mau buang di mana lagi. Setiap harinya pembuangan di sini,” kata pedagang molen mini itu, Minggu (22/9).

Menurutnya, sampah itu memang menumpuk dan memakan bahu jalan. Terkadang, saat pagi hari terjadi kemacetan karena jalan di sisi selatan lebih sempit dibanding sisi utara akibat tumpukan sampah tersebut. “Apalagi kawasan pasar kalau pagi kan lalu lalang kendaraan ramai,” kata warga Desa Selogudig Wetan, Kecamatan Pajarakan ini.

Biasanya, pada siang hari petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengangkut sampah-sampah itu.

Taufik mengetahui bahwa perbaikan itu dilakukan karena merespon keluhan masyarakat sekitar. “Katanya mau dibangun atap biar air hujan gak masuk ke TPS. Mumpung sekarang masih kemarau. Sebelumnya kalau hujan itu kawasan sini bau karena sampah digenangi air hujan,” tuturnya.

Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari membenarkan adanya perbaikan TPS di Pasar Semampir. Pembangunan TPS tersebut sepaket anggaran dengan pembangunan 2 TPS lainnya.

“Ada 3 TPS yang direhab tahun ini yaitu TPS di Pasar Semampir, TPS di Taman Makam Pahlawan Kelurahan Kraksaan Wetan, dan TPS di Kelurahan Patokan wilayah utara,” sebutnya.

Pembangunan 3 TPS itu menelan anggaran hingga Rp 450 juta. Namun Hasyim tidak merinci anggaran untuk masing-masing titik pembangunan. “Nanti ada pembangunan atap di TPS agar air hujan gak masuk dan mengguyur sampah. Itu untuk menghindari bau busuk di sekitar TPS setiap musim hujan tiba. Kami targetkan perbaikan 3 TPS itu selesai tahun ini,” terangnya. (awi/ay/eem)


Bagikan Artikel