Politik & Pemerintahan

Sebut 8 Orang Terlibat


PROBOLINGGO – Ketua LSM Permasa Hayim Saudi Jahur menyebut setidaknya ada 8 orang lagi yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembuatan ijazah palsu. Hal itu didasarkan penelusurannya pada asal-usul ijazah milik anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir yang diduga palsu.

Penelusuran itu dilakukan beberapa pekan lalu. Hasilnya, ijazah Paket C palsu itu  dibuat oleh salah satu oknum PNS di Kecamatan Tongas berinisial M. Dari keterangan M itu terungkap bahwa sedikitnya ada 8 orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan pembuatan ijazah palsu.

“Oknum PNS berinisial M ini sebenarnya juga telah diperiksa oleh penyidik Polres Probolinggo. Dan dari pengakuannya kepada saya, ada 8 orang lain yang terlibat dalam lingkaran kasus ini. Itu menurut versinya M. Untuk versi resminya, tentu pihak penyidik yang berhak menjelaskan,” kata Saudi,  kemarin (19/9).

Dijelaskan bahwa peran M sangat sentral, karena dialah yang membuat ijazah palsu tersebut. Namun, dari 8 orang tersebut, menurut Saudi, ada satu oknum pegawai Dispendik Kabupaten Probolinggo berinisial S. Ia turut membantu M dalam pembuatan ijazah palsu itu. “Itu pengakuan langsung dari M kepada saya. Saya dapat mempertanggung-jawabkannya,” jelasnya.

Menurut Saudi, oknum berinisial S tersebut telah dimutasi dari Dispendik Kabupaten Probolinggo. Walau begitu, sesuai perannya, S seharusnya juga diperiksa. “Kami ingin pihak kepolisian bersikap profesional dalam menangani kasus ini. Jangan sampai tebang pilih, karena sangat jelas ada jaringan pembuatan ijazah palsu yang selama ini beroperasi secara terorganisir dengan baik di Kabupaten Probolinggo. Dan kasus ini harus segera diungkap sampai ke akarnya,” kata Saudi. (tm/iwy)

    

 


Bagikan Artikel