Politik & Pemerintahan

Polisi Periksa Ketua DPC Gerindra Probolinggo

PAJARAKAN – Kasus dugaan ijazah palsu anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Abdul Kadir pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, masih berlanjut. Polpres Probolinggo kemarin (11/9) memeriksa Ketua DPC Gerindra Kabupaten Probolinggo Jon Junaedi.

Jon Junaedi datang di Polres Probolinggo dengan didampingi tiga kuasa hukumnya. Mereka tiba di markas polres sekitar pukul 09.30. Namun sayangnya, proses pemeriksaan selama 2 jam itu berlangsung tertutup.

Usai pemeriksaan itu, Jon Junaedi langsung disuguhi segudang pertanyaan oleh sejumlah wartawan. Sayangnya, ia enggan menjawab pertanyaan itu, dan memasrahkannya pada ketiha penguasa hukum yang mendapinginya.

Kuasa Hukum Jon Junaedi, Dwi Sumitro mengatakan, saat pemeriksaan yang berlangsung di ruang penyidik Kanit Pidum Polres Probolinggo kliennya disuguhi 30 pertanyaan. Jon diperiksa dengan status hanya sebagai saksi. 

“Kami di sini hanya sebagai saksi. Kalau terkait pertanyaan, kami tidak bisa menjelaskan, karena itu bukan di ranah kami, melainkan penyidik. Apalagi dugaan campur tangan petinggi partai,” kata Dwi.

Diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir yang dalam Pemilu 2019 maju dari Dapil 2 (Kraksaan, Besuk, dan Gading) diduga melakukan pemalsuan dokumen ijazah Paket C. Ijazah Paket C milik Abdul Kadir diduga palsu. Walau begitu, Abdul Kadir sudah diambil sumpahnya jadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo 2019-2024, Jum’at (30/8) lalu.

Dalam kasus ini, Polres Probolinggo sudah mengantongi beberapa saksi termasuk dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Dispendik telah memastikan bahwa ijazah atas nama Abdul Kadir tidak teregister.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menuturkan bahwa  pemeriksaan ketua Partai Gerindra sempat tertunda. Di hari yang dijadwalkan sebelumnya, bersamaan dengan listrik padam. Akhirnya pemeriksaan baru bisa dilakukan kemarin.

Menurutnya, Jon Junaidi diperiksa dengan status sebagai saksi. “Ya, kami periksa sebagai saksi. Tetapi untuk keterkaitan dengan petinggi partai yang berinisial JH itu masih belum bisa menyimpulkan. Karena kami masih memerlukan beberapa saksi lain untuk pembuktian yang akurat,” ujar AKP Riyanto.

Meski demikian, ia berjanji akan mengusut tuntas dan profesional adanya kasus dugaan ijazah palsu yang digunakan oleh Abdul Kadir. Dalam waktu dekat, polres akan melakukan pemeriksaan dan pemanggilan lagi pada ketua Gerindra itu. “Kalau perlu nanti akan kami sumpah dia dengan Alquran sebelum pemeriksaan,” tegas perwira asal Pasuruan itu.  (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan