Politik & Pemerintahan

Bupati Tantri Tekankan Pemberdayaan Masyarakat

KRAKSAAN – Sejak beberapa tahun terakhir, setiap desa mendapat gelontoran Dana Desa (DD) dalam jumlah besar. Beragam program digelar untuk menyerap DD dengan realisasi yang beragam pula. Inovasi dibutuhkan agar pembangunan di tingkat desa berjalan dinamis.

Untuk itu, para pendamping desa (PD) dan pendamping lokal desa (PLD) yang tergabung dalam Tim Inovasi Kabupaten (TIK) menggelar Bursa Inovasi Desa, Selasa (10/9). Kegiatan yang digelar di Ruang Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo di Kota Kraksaan itu dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, ratusan kepala desa, dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa).

Di awal acara, sejumlah kepala desa menandatangani sebuah dokumen yang disebut kartu komitmen sebagai wujud keseriusan kepala desa untuk membangun desanya. Penandatangan disaksikan langsung oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari.

Selanjutnya, Bupati Tantri memberikan sambutan. Ia mengajak para kepala desa untuk menggunakan DD demi kepentingan masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Mari bersama-sama berkomitmen, bagaimana Dana Desa betul-betul mampu dan sebanyak-banyaknya (digunakan) untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Bupati Tantri berharap para kepala desa dapat menjadi pemeran utama dalam pembangunan desa. Tanpa adanya komitmen dari para kepala desa, maka pembangunan desa yang ada di Kabupaten Probolinggo akan tersendat.

“Harapan saya, (pembangunan desa) tentunya terimplementasikan dengan baik. Tadi juga ditandatangani di hadapan kami bersama antara kepala desa dan BPD (Badan Permusyawaratan Desa, red) komitmen awal. Karena program apa pun tidak akan mungkin berjalan tanpa adanya komitmen,” terangnya.

Di kegiatan tersebut, terdapat sejumlah layar yang menampilkan tayangan video program-program pemerintah desa yang dinilai inovatif. Program-program terpilih itu dijalankan sejumlah pemerintah desa di Kabupaten Probolinggo. Setiap kepala desa yang hadir, bisa melihat tayangan tersebut untuk kemudian memilih apa program yang cocok untuk diterapkan di desa masing-masing.

“Silakan meniru apa yang sekiranya cocok dikembangkan di desa itu, tidak kemudian harus letterlijk seperti pilihan tadi,” kata Bupati Tantri.

Selain itu, Ia menegaskan agar para kepala desa tidak melulu fokus pada pembangunan infrasruktur. Tetapi juga harus memperhatikan aspek lainnya seperti pengembangan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kewirausahaan di desa masing-masing.

“Dari awal saya menyampaikan, kepala desa mindsetnya jangan melulu membangun infrastruktur. Jangan lupa sekian persen Dana Desa, kepala desa harus memikirkan bagaimana masyarakat di desa masing-masing bisa maju,” tegasnya. (ay/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan