Politik & Pemerintahan

Masda Amelia Putri, Anggota Termuda DPRD Kota Probolinggo


PROBOLINGGO – Sejumlah 30 anggota DPRD Kota Probolinggo periode 2019-2024 sudah resmi dilantik pada  Sabtu (24/8) lalu. Di antara 30 anggota dewan itu, ada Masda Amelia Putri yang tercatat sebagai anggota paling muda, yakni berusia 26 tahun, dan masih membujang.

Dari total 30 angota DPRD Kota Probolinggo periode 2019-2024, jumlah perempuan hanya 4 orang. Mereka adalah Farina Churun Inin (Partai Golkar), Sri Wahyuningsih (Partai Demokrat), Sri Warsini (Partai NasDem) dan Masda Amelia Putri (PDIP).

Nah, sosok Masda Amelia Putri cukup menarik perhatian, karena merupakan anggota dewan termuda. Namun, meski sudah menjadi wakil rakyat, Masda tetap rendah hati dan sederhana. Ia tetap menghormati siapapun yang lebih tua, dan berusaha  memberi manfaat pada sesama.

Meski belum sampai 5 tahun menceburkan diri di dunia politik, namun pencapaian Masda terbilang moncer. Anak keempat dari lima bersaudara ini 5 tahun mendalami Ilmu Sosial dan Politik. Empat tahun di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan dua tahun di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta.

Masda berterus terang belum menyelesaikan pendidikan S2-nya. Namun, ia sudah menyelesaikan seluruh bidang keilmuan yang diajarkan di bangku kuliah pasca sarjana tersebut.

Saat ini, perempuan lajang itu tengah menyelesaikan disertasi untuk meraih gelar master. “Proses penyusunan disertasi. Doakan ya agar cepat selesai,” ujar Masda, Minggu (25/8) siang.

Keinginan berkecimpung atau terjun ke dunia politik, tumbuh sejak Masda masih belajar di-SMP. Cita-cita menjadi politikus menguat saat dia belajar di SMA. Karenanya setelah lulus SMAK Mater Dei, ia kuliah di FISIP Unair dan dilanjutkan ke Pasca Sarjana UGM. “Sama-sama jurusan FISIP. Saat masih kuliah, ada kesempatan terjun ke politik praktis. Kita terapkan teori politik yang kami peroleh dibangku kuliah,” tambahnya.

Masda menyebutkan, dibutuhkan bekal yang cukup untuk menapaki aktifitas politik. Bekal tersebut lanjut Masda adalah teori yang didapat dipendidikan formal. Teori menurutnya, sebagai pijakan dalam melangkah ke kehidupan dunia sebenarnya. “Teori itu penting. Sebagai bekal dalam berkiprah di kegiatan manapun dan apapun,” jelasnya.

Saat ditanya mengapa terjun ke dunia politik, peraih suara 2.800 lebih dalam Pileg 2019 itu menjawab bahwa politik sebagai sebuah panggilan jiwa. Teori yang dipelajari telah mengajak dirinya untuk membangun struktur politik yang berpihak kepada masyarakat. “Bukan politik kepentingan pribadi dan kelompok. Kami ingin bermanfaat bagi orang lain. Membangun kota ini bersama-sama,” terang perempuan penyuka warna hitam itu.

Masda berkomitmen, bersama anggota DPRD yanang lain, akan memperjuangkan dan mengawal aspirasi masyarakat dan program yang dijalankan pemkot. Di dewan, ia tidak berdiri sebagai oposisi, tetapi akan terus mengritik kebijakan pemkot yang tidak pro rakyat. “Program pemkot yang pro rakyat, ya kita dukung. Terutama program ekonomi pemberdayaan,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel