Politik & Pemerintahan

Banggar Setujui Pengadaan 18 Unit Ambulans

PROBOLINGGO – Setelah sebelumnya sempat alot, DPRD Kota Probolinggo akhirnya menyepakati pengadaan ambulan untuk kelurahan-kelurahan. Hanya, yang disetujui bukan 29 ambulans sesuai jumlah kelurahan seperti pengajuan Dinas Kesehatan (Dinkes), tetapi hanya 18 unit.  

Persetujuan tersebut dituangkan dalam rapat lanjutan badan anggaran (Banggar) yang membahas KUA-PPAS dari P-APBD 2019.  Mengenai dananya, tidak dikurangi, yaitu tetap Rp 7 miliar.

Dana sebanyak itu bukan untuk membeli 29 ambulan, tetapi dialokasikan untuk pengadaan 18 unit ambulans, plus rekruitmen perawat dan sopir. Masing-masing ambulans disediakan tenaga 2 perawat dan 2 pengemudi.

Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghaffur mengatakan, berdasarkan hasil telaah Banggar, pengadaan ambulans 18 unit terlebih dahulu, menyesuaikan anggaran. Sedangkan untuk tenaga dibutuhkan 2 perawat atau tenaga medis dan 2 pengemudi untuk 1 unit ambulan. “Satu hari hanya 2 shift, bukan 3 shift,” tandasnya.

Jadi bila pengadaan ambulan 18 unit, maka tenaga perawat yang dibutuhkan 36 orang dan 36 sopir. Dana tersebut juga untuk biaya maintenance, garasi dan pemeliharaan atau perawatan, sesuai standar pperasional prosedur (SOP).

“Banggar hanya menyetujui 18 unit ambulans. Anggaran Rp7 miliar bukan hanya untuk membeli ambulans, tapi untuk infrastruktur pendukung. Sebelas unit ambulans sisanya, akan dianggarkan di APBD  2020,” katanya, menjelaskan hasil rapat Banggar lanjutan yang digelar pada Senin (20/8) malam. 

Menurutnya, dalam rapat Banggar Senin malam itu ada 8 orang anggota Banggar yang tidak hadir dengan alasan izin. Bahkan anggota Banggar pendukung pemerintah, yakni Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) juga tidak juga hadir. Rapat sempat diskorsing 10 menit, menunggu anggota yang belum hadir. Rapat yang sedianya dimulai pukul 19.00 WIB  molor hingga pukul 21.30 WIB. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan