Politik & Pemerintahan

214 Napi Rutan Kraksaan Diajukan Dapat Remisi

KRAKSAAN – Berkah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke – 74 Republik Indonesia (RI) juga dirasakan oleh ratusan warga binaan di Rutan Kelas IIB Kraksaan. Pasalnya mereka akan mendapatkan remisi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Muhammad Kafi selaku Kepala Rutan setempat. Dia mengatakan bahwa tahun ini ada lebih 200 warga binaan yang diusulkan untuk mendapatkan remisi hari kemerdekaan.

“Dari 350 penghuni, ada 214 warga binaan yang kami ajukan untuk mendapatkan remisi HUT RI tahun ini,” katanya, Selasa (13/8). Pengajuan berdasarkan syarat dan sikap selama berada di Rutan.  Mereka dinilai sudah memenuhi kriteria untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan.

“Yang pertama mereka sudah menjadi penghuni di sini paling tidak sejak 19 Februari lalu, jadi 6 bulan sebelum pemberian remisi. Kalau masuknya tanggal 20 (Februari, red) maka tidak bisa untuk mendapatkan remisi. Selain itu kami juga menilai dari kelakuan mereka selama berada di sini, kalau kelakuannya baik, kami ajukan,” terangnya.

Seorang petugas melayani registrasi tamu yang berkunjung ke Rutan Kelas IIB Kraksaan, Selasa (13/8). (Ali Ya’lu/Koran Pantura)

Ia mengatakan bahwa SK pemberian remisi tersebut nantinya akan diterimanya pada tanggal 16 Agustus nanti, dan pada 17 Agustus remisi tersebut juga akan diberikan oleh Bupati Probolinggo sebagai simbolis pada saat upacara kemerdekaan.

“Insyaallah 214 yang kami ajukan itu dikabulkan semua. Nanti tangal 16 Agustus SK tersebut akan saya terima di Surabaya, besoknya simbolis Bupati memberikan remisi tersebut saat upacara dan di sini pemberiannya tetap akan berlangsung,” katanya.

Ia juga mengatakan, berkat remisi kemerdekaan tersebut setidaknya ada 7 warga binaan di rutan tersebut yang akan langsung menghirup udara bebas.

“Ada 7 yang langsung bebas, remisi yang didapat bervariasi, 3 orang 1 bulan, 2 orang 2 bulan, dan 3 dan 4 bulan masing-masing satu orang,” katanya.

Namun ia juga menegaskan, remisi tersebut sewaktu-waktu bisa dicabut atau dibatalkan apabila yang bersangkutan kedapatan melakukan pelanggaran sebelum remisi tersebut diberikan.

“Kalau melanggar, remisinya dicabut. Contohnya, sebelum diberikan remisi, mereka melakukan perkelahian dengan warga binaan lainnya,” pungkas Kafi. (ay/ra)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan