Politik & Pemerintahan

Tak Setor Data Stunting, DD Tahap III Tak Cair


PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu Kabupaten yang menjadi prioritas pemerintah pusat dalam penanganan gizi buruk atau stunting tahun ini. Sehingga Pemerintah Desa (Pemdes) berkewajiban untuk mendata, kemudian melaporkan data stunting warganya guna mencairkan dana desanya.

Hal tersebut disampaikan Setiadi Agus Prakoso, Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Masyarakat di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) setempat. Ia mengatakan, data stunting dari desa menjadi prasyarat untuk pencairan dana desa.

“Bersama beberapa Kabupaten/Kota lain, Kabupaten Probolinggo termasuk salah satu yang menjadi prioritas penanganan stunting, makanya desa wajib mendata dan melaporkan data stuntingnya agar dana desanya bisa dicairkan,” katanya, Selasa (13/8).

Hal tersebut mengacu pada Keputusan Pemerintah Pusat melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 193 tahun 2018. Dimana untuk Kabupaten/Kota prioritas stunting dimulai sejak tahun 2019. “Dan pada tahun depan, peraturan ini akan berlaku bagi seluruh Kabupaten/Kota se-Indonesia,” ungkapnya.

Ia menyebut, laporan data stunting tersebut bukan berlaku untuk pencairan dana desa tahun 2020 mendatang, melainkan berlaku sejak tahun ini. “Sudah mulai tahun ini berlakunya, tapi hanya untuk pencairan dana desa tahap III. Jadi data tersebut bukan hanya disiapkan untuk pencairan tahun depan,” jelasnya.

Ia menambahkan, nantinya Pemdes akan dibantu oleh Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam pendataan stunting, sehingga tugas desa dalam pendataan stunting bisa berjalan lebih mudah.

“Di tiap-tiap desa itu ada KPM-nya, nanti KPM ini yang akan mendata jumlah stunting tersebut. Oleh KPM data itu akan disetorkan ke desa yang kemudian oleh desa dijadikan laporan data stuntingnya,” katanya.

Ia pun menargetkan hingga akhir tahun nanti, dengan adanya data-data tersebut, penderita stunting bisa teratasi dengan tuntas, sehingga Probolinggo menjadi kabupaten bebas stunting.

“Dengan data tersebut, pencegahan dan penanganan stunting bisa maksimal, sehingga di Probolinggo nantinya penderita stunting bisa zero. Insya Allah bisa,” tegasnya optimis. (ay/awi)


Bagikan Artikel