Politik & Pemerintahan

Bupati Minta MI Terapkan Kelas Rangkap


PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo akan menerapkan program literasi dan kelas rangkap (Multy Grade) pada 93 Sekolah Dasar (SD) yang jumlah siswa atau gurunya minim pada tahun 2020. Selain itu, diharapkan program tersebut juga diterapkan oleh Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Probolinggo yang mengalami kondisi serupa.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari pada saat menerima kunjungan rombongan Direktorat Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Kamis (8/8).

Dijelaskannya, bahwa dengan penerapan program literasi dan kelas rangkap di MI, maka efisiensi dan efektifitas proses kegiatan belajar mengajar (KBM) akan berlangsung dengan baik.

“Faktanya, permasalahan minimnya peserta dan tenaga pendidik di lembaga pendidikan tingkat dasar tak hanya terjadi di SD saja, melainkan juga terjadi di MI. Oleh karena itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Probolinggo, maka replikasi program itu harus segera pula diterapkan di MI,” ungkapnya.

Ia menyadari hal itu dimungkinkan masih terjadi kendala, lantaran pengelolaan dan pengambilan kebijakan MI berada di bawah naungan Kemenag yang notabene instansi vertikal. Namun hal itu tak akan mengurungkan niatnya untuk mengikutsertakan MI dalam program literasi dan kelas rangkap.

“Akan kami robohkan sekat atau ego sektoral yang ada di pusat itu. Karena MI atau seluruh lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Probolinggo adalah rakyatnya Bupati. Sebagai tanggung jawab moril, maka Bupati berhak untuk menentukan apa yang terbaik untuk pendidikan rakyatnya,” tegasnya.

Namun demikian, istri anggota komisi VIII DPR RI H. Hasan Aminuddin ini mengatakan, pihaknya tak akan gegabah. Karena itu, pihaknya akan terlebih dahulu membangun komunikasi dengan Kemenag terlebih dahulu.

Sayangnya, Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso sedang berada di tanah suci Mekkah untuk melaksanakan tugas sebagai pengawas ibadah Haji. “Jadi kita tunggu saja kepulangan beliau, guna membahas lebih lanjut soal rencana baik ini,” tutur Bupati Probolinggo 2 periode ini. (tm/awi)


Bagikan Artikel