Politik & Pemerintahan

Ada Dana Rp 1,4 Miliar untuk Jembatan Andungbiru


TIRIS – Banjir bandang menerjang Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo Desember 2018 lalu. Banyak infrastruktur rusak akibat bencana alam tersebut. Termasuk akses jalan utama yang terputus karena jembatan di desa itu ambrol diterjang banjir. Jembatan tersebut akan dibangun selang 8 bulan setelah kejadian tersebut.

Pada awal Januari 2019 lalu, telah dirampungkan pembangunan jembatan semi permanen yang dikerjakan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Namun untuk pembangunan permanen, Pemkab mesti menunggu pengajuan dana. Dalam hal ini, Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ke Kementerian Pekerjaan Umum.

Pengajuan tersebut rupanya telah disetujui. Sehingga proses lelang pembangunan jembatan permanen dimulai. Proyek dimaksud adalah Pembangunan Jembatan Andungbiru (pada ruas jalan Ranuagung – Andungbiru). Sumber dananya adalah Dana Alokasi Umum (DAU) yang dialokasikan pemerintah pusat kepada setiap daerah.

Pagu anggaran yang tertera di website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Probolinggo sekitar Rp 1,4 miliar. Dengan dimulainya lelang, maka menjadi kabar baik bagi warga Tiris. Pasalnya, jalur Andungbiru termasuk jalur penting bagi usaha perkebunan dan kehutanan.

Adanya rencana pembangunan jembatan itu dibenarkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi. “Jembatan yang semula semi permanen akan dibangun permanen oleh PUPR. Tentang hal teknis pembangunan jembatan ada di PUPR, Bidang Bina Marga,” jelasnya.

Anggit mengatakan, jembatan semi permanen yang ada saat ini bisa dilalui roda empat. Namun berat kendaraannya dibatasi. Maksimal beban kendaraan yang melintas jembatan tersebut adalah 3 ton. “Seperti truk yang ada muatannya, tidak boleh lewat,” ujarnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel