Politik & Pemerintahan

Manajemen Karaoke 888 Surati Walikota

 

PROBOLINGGO – Manajemen tempat karaoke 888 (triple eight) tak terima usahanya itu tidak dipernjang izin operasinya oleh Pemkot Probolinggo. Manajemen 888 mengirim surat kepada walikota, memberitahukan bahwa tempat karaoke 888 tidak ada batas waktunya. Sebab, izin karaoke menyatu dengan izin Hotel Tampiarto.

Hal itu didasarkan pasal 7 Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7/M-DAG/Per/2/2017 tentang perubahan ketiga atas Permendag nomor 46/M-DAG/PER/9/2007. Dengan demikian, karaoke 888 masih memiliki izin. Jadi, alasan pemkot menutup karena izinya habis atau tidak memiliki izin, kurang tepat.

Pernyataan itu ditegaskan Denis selaku manajer tempat karaoke 888, kemarin (10/7) sore saat ditemui di ruang tunggu tempat karaoke 888. Ia mengatakan, pada dasarnya ia tidak keberatan tempat usahanya ditutup, asal bukan karena alasan izin mati atau tidak diperpanjang. “Kami tidak perlu memperpanjang izin, dan izin kami tidak mati. Izin kami menyatu dengan hotel,” katanya.

Menurutnya, surat izin perdagangan hotelnya berlaku selamanya dan tidak perlu diperpanjang. Selain aturan yang disebutkan, Denis juga menyebut ada Undang-undang yang mengatur usaha karaoke, yakni UU 10 tahun 2009 tentang Pariwisata dan turunannya, yaitu Peraturan Pemerintah (PP) nomor 50 tahun 2012. “Kementerian Pariwisata membolehkan usaha karaoke sebagai fasilitas hotel. Masak undang-undang kalah sama Perda,” tegasnya.

Saat ditanya apakah manajemen akan melakukan upaya hukum terkait penutupan ini? Denis mengatakan, pihak manajemen tidak mengarah kesana. Pihaknya lebih memilih menunggu jawaban dari Kementrian Pariwisata.

“Kita menghormati keputusan bapak walikota. Soal tuntutan hukum,  tidak perlu sampai seperti itu. Kami yakin dan percaya bapak walikota dan jajarannya mengikuti peraturan yang lebih tinggi atau di atasnya,” ujarnya.

Denis kemudan memberi contoh usaha resto dengan fasilitas music untuk bernyanyi yang dikelola menejemen 888 di sejumlah daerah. Pihaknya, juga mengelola hiburan dan resto yang sama di Jember dan Banyuwangi, namun tidak ada permasalahan “Fasilitas hotel seperti restoran, gym, kolam renang, spa dan lain-lain, tidak mungkin izinnya sendiri-sendiri. Ya pasti izinnya ikut hotel,” katanya.

Mengingat, tempat karaoke 888 satu kesatuan dengan hotel, maka mereka yang menggunakan fasilitas tersebut adalah tamu hotel. Sedangkan pengunjung yang bukan tamu hotel, tidak diperkenankan berkaraoke di tempat tersebut. “Kami memang menyediakan untuk tamu hotel. Mereka kan butuh hiburan. Hotel kami juga menjual minuman keras jenis A,” imbuhnya.

Sementara itu, mengenai 12 karyawannya yang bekerja di tempat karaoke 888 saat ini tetap diharuskan datang meski tidak ada pekerjaan. Tentang gaji, pihaknya hanya bisa menggaji bulan ini. Sedang untuk bulan berikutnya, meski jawaban dari kementerian belum tiba, mereka tidak digaji. “Hanya sampai bulan ini kami gaji. Kami mampunya hanya itu. Selanjutnya, kalau tidak operasi, ya enggak digaji,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan