Politik & Pemerintahan

Bakal Terealisasi, Rumah Sakit Baru di Probolinggo

PROBOLINGGO – Rencana pembangunan rumah sakit baru di Kota Probolinggo bakal terealisasi. Rumah sakit rujukan yang merupakan janji kampanye pasangan Walikota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Soufis Subri itu rencananya akan dimulai tahun 2020. Bahkan, Menteri Kesehatan dijadwalkan mengunjungi Kota Probolinggo hari ini.

Hal tersebut diungkap Walikota Hadi Zainal Abidin, usai rapat paripurna di gedung DPRD, Rabu (19/6) malam. Menurutnya, pembangunan rumah sakit rujukan sudah on progress. Pembangunannya akan dimulai tahun depan.

Dan sebagai wujud keseriusan rencana tersebut, hari ini Menteri Kesehatan RI akan mengunjungi Kota Probolinggo. Selain akan melihat langsung kondisi RSUD Dr Moh. Saleh, Menkes juga akan berkunjung ke lahan yang dipersiapkan untuk rumah sakit rujukan. Lokasinya di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kademangan.

“Sudah on progres dan pembangunannya akan dimulai tahun depan. Besok Menteri Kesehatan akan ke sini,” kata Walikota. Namun, Walikota Hadi tidak menjelaskan secara rinci apa saja yang akan dibangun di lahan yang disediakan untuk rumah sakit baru tersebut.

Sementara, Kepala Bappeda Rey Suwigtyo membenarkan bahwa rumah sakit rujukan akan dimulai tahun depan pembangunannya. Hanya saja pembangunannya tidak sekaligus rampung, tetapi bertahap. Tahapan awal, bangunan fisik yang akan dibangun, pagar dan jembatan yang akan dipakai akses dari jalan raya Profesor Hamka menuju lokasi rumah sakit.

Adapun dananya bersumber dari APBD Kota Probolinggo dan bantuan pemerintah pusat dan provinsi Jawa Timur. Namun, pejabat yang karib disapa Tiyok ini  tidak menjelaskan nominal pastinya. “Ya, pembangunannya pelan-pelan. Kalau sekaligus, dananya tidak mencukupi,” tandasnya.

Rumah sakit yang baru itu menurut Tiyok, akan menempati lahan sekitar 3,8 hektare. Nantinya akan diperluas menjadi 5 hingga 10 hektar. Perluasannya sebagian akan memanfaatkan tanah aset dan sebagian tanah warga yang berlokasi di sekitar rumah sakit. “Di sana nanti, tidak hanya rumah sakit. Ada tempat bermain, kolam dan lain-lain. Ya semacam tempat pariwisata,” tambahnya.

Tiyok menyebutkan, master plan-nya sudah jadi, termasuk review kajian dan review DED-nya. “Nantinya tidak semrawut seperti RSUD yang sudah ada. Semuanya ditata, termasuk parkir. Jadi gedungnya nanti ke atas,” tambahnya.

Tiyok mengaku belum mengetahui kapan rumah sakit yang baru itu ditempati. Yang jelas, setelah sebagian gedungnya rampung digarap, rumah sakit di wilayah selatan itu akan diberi nama Rumah Sakit (RS) Tumbuh Berkembang dan berstatus kelas C.

Mengingat, RS yang dimaksud akan ditumbuh-kembangkan hingga menjadi RS rujukan bertipe B. “Ya, seperti itu. Kan kami sudah memiliki RS tipe B, ya RSUD dokter Muhammad Saleh itu,” katanya.

Nantinya, perlahan namun pasti, seluruh pegawai RSUD akan bertahap ditarik ke RS yang baru, hingga RS rujukan tersebut rampung 100 persen. Berikutnya, RSUD dr Moh. Saleh yang bertipe B akan turun menjadi tipe C. Sedangkan RS rujukan yang awalnya tipe C, naik bertipe B. “Nantinya seperti itu. Ya, memang harus bertahap. Terbentur dana,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan