Politik & Pemerintahan

SPBU Disidak, Temukan Takaran Kurang

GENDING – Jajaran pejabat Pemkab Probolinggo menggelar sidak di sejumlah lokasi, Selasa (14/5). Salah satunya adalah di SPPBE (Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji) Akamindo di Desa Bulang, Kecamatan Gending. Selain itu, tim yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Probolinggo M. Sidik Wijanarko juga sidak SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum).

Nah, saat sidak di SPBU Pajurangan, Kecamatan Gending, ditemukan takarannya kurang 100 mililiter. Itu terjadi karena dispenser SPBU itu terakhir ditera tahun 2017 silam.

Dalam sidak kemarin dilakukan uji kecukupan takaran. Nah, dari 20 liter pertalite yang dituangkan pada tabung, ditemukan takarannya kurang 20 mililiter. Kemudian dilakukan uji kedua kalinya dengan bensin dan jumlah liter yang sama. Ternyata lebih parah, takaran kurang 100 mililiter.

Sidik Wijanarko mengatakan, dalam sidak di SPBU Pajurangan itu pihaknya menemukan adanya kekurangan takaran pada liter pertalite. Pertama kurang 10 mililiter, kedua kurang 100 mililiter. “Itu dalam hitungan per 20 liter yang dituangkan pada tabung,” terangnya.

Hal yang sama terjadi saat dilakukan uji takaran pada bahan bakar bio solar. Terbukti pada takaran 20 liternya ada kekurangan sebesar 15 mililiter. Untuk kedua kalinya pun tetap sama, yaitu 15 mililiter.

Menurutnya, kekurangan takaran itu memang sangat tinggi. Sebab sudah sampai  pada batas maksimum, yaitu 100 mililiter. Sehingga alat yang dipakai perlu dilakukan tera ulang. Apalagi, diketahui SPBU itu terakhir melakukan uji tera pada 2017 lalu. “Seharusnya setiap tahun harus dilakukan (tera ulang),” ungkapnya.

Jika itu terus dibiarkan, tambah Sidik, tentu akan merugikan pihak pengendara motor yang membeli bensin di SPBU tersebut. “Jadi kami minta untuk melakukan tera kembali. Supaya takarannya sesuai,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menyampaikan, adanya kukurangan takaran yang mencapai batas maksimum, harus segera dilakukan tera ulang. Sebab, itu merugikan pengendara yang membeli bensin di lokasi tersebut.

 

“Kalau perintah ini tidak diindahkan, baru akan ada sanksi. Sanksinya bisa penutupan pom ini. Untuk sementara, kami sarankan tera ulang,” ungkap AKP Riyanto yang ikut serta dalam sidak bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan, kemarin. (yek/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan