Politik & Pemerintahan

Suara NasDem Capai 9,72 Persen

KRAKSAAN – Suara Nasdem di tingkat Nasional dalam Pileg 2019 mencapai 9,72 persen dari Situng KPU per 7 Mei 2019. Perolehan suara di urutan keempat itu berdasarkan hasil suara yang masuk sebanyak 268.833 dari 813.350 TPS. Jumlah tersebut setara dengan 33.05256 persen TPS se-Indonesia.

NasDem berada di bawah PDIP 20,05 persen, Partai Golkar 13,3 persen, dan Partai Gerindra 11,78 persen. Sementara caleg yang lolos ke DPR RI diprediksi sebanyak 39 orang. Di dalamnya termasuk politisi kawakan asal Kabupaten Probolinggo, H. Hasan Aminuddin. Caleg di Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim II Pasuruan-Probolinggo ini diprediksi kembali menjadi caleg dengan perolehan suara tertinggi se-Indonesia di Partai NasDem.

Hasan kembali membuat kejutan pada pileg DPR RI tahun 2019-2024. Pasalnya, mantan Bupati Probolinggo dua periode itu memperoleh suara signifikan. Yakni sebanyak 196.886 suara. Perolehan suaranya kali ini lebih banyak daripada 2014 lalu yang mencapai 190.226 suara. Saat itu, nama Hasan tercatat sebagai peraih suara terbanyak se-Indonesia peringkat ke-10.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai NasDem Surya Paloh mengutarakan, dirinya mensyukuri pencapaian NasDem dalam Pemilu ke-2 yang diikutinya.

“Saya mensyukuri meskipun target ada meleset. Tapi apapun itu kita telah mengalami sebuah proses kemajuan ke depan yang tetap harus disyukuri. Dengan hasil tersebut tanggung jawab partai ini ke masyarakat semakin besar,” paparnya

Sementara itu, ketika ditanya tentang keberhasilannya melenggang ke Senayan, Hasan Aminuddin menyatakan bersyukur telah dipercaya masyarakat. “Rakyat memaksa saya kembali untuk mewakili di Senayan. Ini membuktikan rakyat masih percaya terhadap saya,” terangnya, Selasa (7/5).

Dia mengungkapkan kiat suksesnya mendapat perhatian dan kepercayaan masyarakat, khususnya di Pasuruan dan Probolinggo. Dirinya tak pernah melakukan kampanye terstruktur, massif, dan sistematif.

“Kalau selama ini banyak isu caleg melakukan kampanye menggunakan amplop, maka saya tak pernah menggunakan cara itu,” tegasnya.

Selain itu, mantan Bupati Probolinggo dua periode ini mengungkapkan selama dirinya menjadi anggota DPR RI, ia selalu transparan dalam pengelolaan keuangan.

“Saya selalu turun langsung reses ke masyarakat dan transparan dalam pengelolaan dana reses. Uang didapat dari rakyat dan tentunya dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat. Ini yang saya lakukan selama menjadi anggota DPR RI,” ungkapnya. (ra/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan