Politik & Pemerintahan

Klaim Jokowi Menang di Kabupaten Probolinggo

PROBOLINGGO – Proses rekapitulasi suara hasil Pilpres 2019 masih terus berlangsung di KPU Kabupaten Probolinggo. Namun, DPC PDIP Kabupaten Probolinggo sudah berani mengklaim pasangan capres-cawapres nomor urut 01 yaitu Jokowi-Ma’ruf menang mutlak di Kabupaten Probolinggo dengan perolehan 61 persen suara.

Klaim itu disampaikan Wakil Ketua DPC PDIP Kabupaten Probolinggo Didik Irfan kepada Koran Pantura, Rabu (24/4). Ia menyebutkan, berdasarkan perhitungan cepat internal mereka, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 itu berhasil meraup suara sekitar 400 ribuan.

“Berdasarkan perhitungan cepat kami, Jokowi-Ma’ruf memperoleh suara sekitar 400 ribuan dan paslon 02 mendapat sekitar 200 ribuan,” kata Didik. 

Dijelaskan, dengan perolehan suara tersebut dapat dipastikan Jokowi-Ma’ruf menang mutlak di Kabupaten Probolinggo atas pasangan Prabowo-Sandi. Hal itu selaras dengan target partai untuk memenangkan presiden incumbent itu untuk melanjutkan pembangunan 5 tahun mendatang.

“Target kami dari awal tidak muluk-muluk, yakni memenangkan bapak Jokowi-Ma’ruf, serta menambah jumlah kursi partai di legislatif,” jelasnya.

Target penambahan jumlah kursi legislatif itu berlaku untuk DPRD Kabpaten/Kota, DPRD provinsi, dan DPR RI. Dan target itu menurut Didik juga akan terwujud. Pasaln

“Kalau di DPRD Kabupaten Probolinggo kami optimis dapat 7 kursi. Kalau di DPR RI bisa 2 kursi. Kalau untuk provinsi, kami masih berhitung lagi, sembari menunggu hasil perhitungan final KPU,” sebutnya.

Sementara itu Sekjen Partai Gerindra Kabupaten Probolinggo Jamharir justru menyebut sebaliknya. Menurutnya, berdasarkan proses penghitungan suara secara manual, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 sementara unggul.

“Sementara kita menang, tapi belum masuk semua datanya. Kita entry manual dari hasil rekap per kecamatan,” ujar pria asal Desa Bago, Kecamatan Besuk ini.

Ia enggan mengklaim kemenangan pasangan Prabowo-Sandi. Pasalnya proses entry data secara manual masih terus dilakukan oleh timnya.

“Kita tunggu saja nanti hasil entry datanya. Kalau sudah fix dan final, akan kami sampaikan, dan akan kami bandingkan dengan data rilis versi KPU Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sedangkan Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim menyebutkan, saling klaim antar kubu paslon merupakan hal wajar. Namun dia menegaskan kembali bahwa yang menjadi acuan dan sah di mata hukum adalah hasil penghitungan atau rekapitulasi yang dilakukan oleh KPU.

“Silahkan saja saling mengklaim kemenangan, asalkan ketika nanti kami mengumumkan hasil perolehan suara, seluruh pihak harus menghormatinya dan menaatinya. Sebab, proses rekapitulasi suara di KPU dilakukan berjenjang sejak dari tingkatan TPS, PPK, dan kabupaten,” kata Lukman. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan