Politik & Pemerintahan

Hasan Aminuddin Sebut Kertas Coblosan Terlalu Lebar

KRAKSAAN – Sebaguan besar Warga Negara Indonesia telah menyalurkan hk pilihnya pada Pemilu 2019, Rabu (17/4). Proses pemungutan suara itu juga dipantau oleh
Anggota Komisi VIII DPR RI H. Hasan Aminuddin. Ia menyarankan kertas surat suara pada pemilu selanjutnya disederhanakan.

“Tujuannya agar lebih memudahkan pemilih ketika mencoblos di bilik suara,” ujar Hasan usai mencoblos di TPS 04 Kelurahan Sidomukti, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 10.30.

Dalam pesta demokrasi yang diselenggarakan Rabu (17/4), kali ini cukup spektakuler dari pada 5 tahun sebelumnya. Itu diukur dalam sepinya jalur Pantura pada hari itu. Hanya saja, dalam pelaksaan, banyak Masyarakat yang kesulitan mencoblos, lantaran kertas surat suara yang terlalu besar.

H. Hasan Aminuddin memasukkan surat suara yang telah ia coblos ke dalam kotak suara TPS 04 Sidomukti Kraksaan, Rabu (17/4). (Abdul Jalil/Koran Pantura)

Hasan Aminuddin yang didampingi oleh Hj. P. Tantriana Sari, istrinya sekaligus Bupati Probolinggo, menilai, dari 5 surat suara yang tersedia untuk dicoblos, 3 di antaranya berukuran terlalu lebar. Yakni surat suara DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Hal itu dinilai menyulitkan masyarakat untuk membuka, mencoblos, maupun melipatnya kembali.

“Hal ini harus dijadikan bahan evaluasi oleh KPU. Sehingga, ke depan kertas surat suara bisa dibuat sesederhana mungkin,” ungkapnya.

Di sisi lain, Hasan menyampaikan bahwa pelaksanaan pemilu kali ini serasa lebaran Hari Raya Idul Fitri. Artinya, masyarakat benar-benar merayakan pesta bersama-sama. Bahkan, menurutnya, suasana jalan di jalur nasional pun sangat sepi seperti suasana lebaran.

“Dan sekarang ini lebarannya pesta demokrasi,” kata politisi Partai NasDem ini. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan