Politik & Pemerintahan

Dilaporkan ke Bawaslu, Istri Caleg Balas Lapor ke Polsek


PROBOLINGGO – Nurul telah dilaporkan oleh Sutanto ke Bawaslu Kota Probolinggo karena diduga melakukan praktik money politics. Ia tidak tinggal diam. Warga Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, ini melakukan tindakan balasan. Yakni dengan melaporkan Sutanto ke Polsek Wonoasih, Polres Probolinggo Kota.

Nurul menyatakan tidak terima dengan perlakuan Sutanto yang telah merampas dompetnya. Menurutnya, ia datang ke Perumahan Prasaja Mulia, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, bukan untuk membagi-bagikan uang. “Saya menjenguk teman yang sedang sakit,” kata istri dari MB, seorang caleg DPRD Kota Probolinggo di dapil II (Kademangan-Kedopok).

Siang itu, Nurul bersama putrinya hendak belanja daging ke Giant sekaligus membeli buah di Jalan Mastrip. Yakni untuk acara istighotsah yang akan digelarnya pada Minggu. Ia kemudian menyempatkan diri singgah di rumah Ny. Tri yang sedang sakit.

“Tahu-tahu Pak Tanto datang dan langsung merampas tas saya. Dikira saya bagi-bagi uang ke bu Tri,” sergah Nurul.

Padahal ketika itu, Nurul belum sempat masuk ke rumah Ny. Tri. Bahkan Nurul kembali ke motornya karena menurut anak dari Ny. Tri, yang bersangkutan tidak ada di rumah. Nah, saat hendak naik sepeda motornya, Sutanto tiba-tiba datang dan langsung mengambil dompetnya.

“Saya ke rumah Bu Tri itu mampir. Saya mau ke Giant dan beli buah di (Jl) Mastrip. Untuk acara istighotsah. Kalau enggak percaya, sampean besok (Minggu, red) ke rumah saya,” katanya ke sejumlah wartawan.

Ketika ditanya soal dompetnya yang berisi amplop berisi uang yang bertuliskan nama orang yang akan diberi uang, Nurul mengaku tidak tahu. Ia berasumsi ada pihak yang memasukkan amplop itu ke dompetnya tanpa sepengetahuannya.

“Mungkin suami saya yang naruh, Saya keburu belanja, jadi enggak sempat melihat isi dompet. Uang itu untuk belanja.,” terangnya.

Nurul memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan usai laporan ke Polsek Wonoasih. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Mengenai tas berukuran besar yang dibawanya, Nurul tegas membantah. Menurutnya, tas tersebut bukan berisi uang. Tas kosong tersebut adalah tempat untuk barang belanjaan. Sementara soal contoh surat suara berukuran saku, Nurul mengatakan surat memang milik suaminya.

“Suami saya kan nyaleg. Ya membuat kartu kayak itu. Soal uang, kan tidak di dalam amplop,” kata Nurul.

Nurul menyayangkan perlakuan Sutanto yang main tangkap terhadap dirinya yang belum tentu membagi-bagikan uang. Mestinya kata Nurul, Sutanto menghubungi PPL atau Panwascam, bahkan kalau perlu Bawaslu.

“Mestinya kan menghubungi yang berwenang. Jangan main rampas seperti itu. Ya, kami laporkan balik,” kata Nurul. (gus/eem)


Bagikan Artikel