Politik & Pemerintahan

Istri Caleg Diduga Bagi-Bagi Duit

PROBOLINGGO – Nurul, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Koperasi Usaha Kecil Perdagangan dan Perindustrian di Kota Probolinggo, dilaporkan ke Bawaslu kota setempat. Sebab, istri dari dari MB (60), seorang caleg nomor urut 7 DPRD Kota Probolinggo daerah pemilihan (dapil) II (Kademangan dan Kedopok) itu diduga melakukan praktik money politics, Sabtu (13/4) siang.

Nurul dipergoki oleh Sutanto, seorang caleg Partai Berkarya, ketika sedang berada di rumah Ny. Tri di Perumahan Prasaja Mulia, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kademangan. Sutanto mengaku melihat Nurul hendak memberikan uang ke pemilik rumah.

Usai kejadian, Sutanto bergegas ke kantor Bawaslu kota setempat. Ia melaporkan Nurul serta menyerahkan barang bukti berupa uang pecahan Rp 100 ribu dengan total Rp 1,9 juta. Lalu ada dompet cokelat muda, sebuah handphone, amplop putih, dan potongan kertas suara yang di dalamnya tercantum nama MB, suami dari Nurul yang merupakan seorang caleg.

Sutanto meminta kasus yang ia temukan dan ia laporkan itu diproses. Jika tidak, warga Perumahan Prasaja Mulia ini mengancam akan melapor ke Bawaslu RI. Sebab, selain merugikan Sutanto dan caleg lain, apa yang dilakukan Nurul melanggar pasal 523 UU RI Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

“Harus diproses. Kalau tidak saya akan lapor ke Jakarta,” sergah Sutanto.

Sutanto menerangkan, pada Sabtu siang ia mendapat laporan dari rekannya, kalau ada seorang caleg yang hendak membagi-bagikan uang di dekat rumahnya. Saat itu juga Tanto melakukan pengintaian. Selang beberapa saat kemudian, orang yang dimaksud, yakni Nurul, tiba di rumah Ny. Tri. Nurul mengajak seorang perempuan muda yang diduga merupakan putrinya sendiri.

“Begitu masuk rumah, saya tangkap. Saya ambil dompetnya. Saya serahkan ke Bawaslu,” tegasnya.

Sutanto (kanan) menyerahkan barang bukti yang ia sita dari Nr, istri dari seorang caleg yang diduga melakukan praktik money politics. Laporan diterima Anggota Bawaslu Kota Probolinggo Ilmiyah. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Namun Sutanto mengaku tak berhasil menyita tas besar yang dibawa Nr. Sebab, Nurul berhasil kabur bersama putrinya dengan mengendarai sepeda motor.

Tanto, yang juga caleg di dapil yang sama dengan MB mengungkapkan, Nurul sempat menangis dan meminta maaf.

“Sempat minta maaf dan nangis. Tapi karena ini pelanggaran, ya tetap saya laporkan,” kata Sutanto.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo Azam Fikri menerangkan, laporan Sutanto belum diregister. Sebab ada bukti materiil belum yang belum dipenuhi. Yakni saksi.

“Pelapor belum menyerahkan saksi untuk dimintai keterangan. Katanya malam ini ke kantor bersama saksinya. Karena belum lengkap, laporan belum kami register,” kata Azam.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan investigasi di lapangan untuk menguatkan dugaan money politics tersebut. Jika nantinya memenuhi unsur, maka laporan Sutanto akan diregister untuk ditindaklanjuti ke tahapan berikutnya.

“Kami belum bisa menentukan, apakah melanggar atau tidak. Tunggu ya,” kata Azam. (gus/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan