Politik & Pemerintahan

Jokowi Yakin Menang di Probolinggo

PROBOLINGGO – Capres nomor urut satu Joko Widodo kemarin berkampanye di GOR Mastrip, Kedopok Kota Probolinggo. Dalam kampanyenya itu, capres petahana  menyatakan yakin menang dalam Pilpres 17 April nanti di Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Bahkan Jokowi menyatakan peroleh suaranya bisa tembus di angka 75 persen. Sebab, pemilih semakin cerdas, serta didukung ketua dan pejabat dari parpol pengusung dan pendukungnya.

Pada Pilpres 2014  lalu Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, kalah tipis di Kota Probolinggo. Tetapi dalam Pilpres 2019 ini pasangan Jokowi – Ma’ruf Amin  didukung penuh Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, yang juga menjabat ketua DPC PKB Kota Probolinggo.

Joko Widodo berkampanye di GOR Mastrip di Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Ia yakin bisa meraih banyak suara di Probolinggo. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Tengara itu, menurut Jokowi dirasakan saat dirinya bersalaman dengan Hadi. Saat berjabat tangan, Mantan Gubernur DKI tersebut merasakan aliran tenaga yang kuat dari tangan Walikota Hadi untuk berjuang memenangkan dirinya. “Pak Wali akan mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk memenangkan kami. Kami rasakan dari genggaman tangannya yang kuat dan erat memegang tangan kami,” tandas Jokowi. 

Capres dari PDIP ini mengaku telah berjabat tangan dengan ribuan warga dan ratusan pejabat dari Sabang sampai Merauke. Namun cengkramannya tidak sekuat Walikota Habib Hadi.  “Saya tau jabatan tangan yang benar-benar mendukung, tidak mendukung  bahkan abu-abu,” terang Jokowi.

Untuk Jawa Timur, pada Pilpres 2019 ini Jokowi optimis mendulang suara minimal 70 persen. “Feeling saya merasakan pilpres tahun ini akan ada kejutan besar. Kita akan meraup suara yang mengagetkan.  Minimal 75 persen dan bisa tembus di angka 80 persen,” terang Jokowi.

Acara kampanye Jokowi kemarin dihadiri  Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, ketua TKN Erick Tohir, Ketua TKD Kota Probolinggo Ali Muchtar, Ketua TKD Kabupaten Probolinggo Ahmad Rifai, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Sekretaris Kabinet Kerja Pranomo Anung yang juga Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye, sejumlah caleg tokoh agama dan juga ratusan pendukung.

Sementara, dalam pidato politiknya, Jokowi mengungkapkan keberhasilannya dalam memimpin Indonesia. Di antaranya, saham Freeport yang puluhan tahun dikuasai Amerika, dalam kepemimpinannya, 51 persen sahamnya sudah dikuasai Indonesia. “Kenapa takut ke Amerika untuk menguasai sahan Freeport. Saya lho bertemu dua kali dengan Barrack Obama dan Presiden Donald Trump. Mereka tidak mempermasalahkan,” tandasnya.

Selanjutnya, Presiden kelahiran Kota Solo ini menunjukkan Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Sarjana. Pemegang kartu sarjana bisa kuliah di dalam negeri dan luar negeri dengan biaya murah.  “Program kami mencetak SDM dan ribuan sarjana. Kartu ini bisa dipakai kuliah di sini dan di luar negeri. Kami ingin mencetak generasi cerdas yang mampu bersaing dengan luar negeri,” ucapnya.

Selanjutnya, Jokowi juga menunjukan Kartu Pra-Kerja. Dengan kartu tersebut, generasi muda selepas sekolah memiliki kesempatan mengikuti pelatihan di bidang yang sesuai dengan keahlianya. “Di dalam kartu ini anak-anak Indonesia gratis mengikuti pelatihan dan mendapat honor. Kalian dibayar saat mengikuti pelatihan. Ada uang sakunya,” ujarnya, disambut tepuk tangan simpatisannya.

Tak hanya itu, Jokowi juga menunjukkan Kartu Sembako Murah. Tujuannya, untuk mengurangi angka kemiskinan dan anak-anak kekurangan gizi. Diharapkan, seluruh warga miskin mendapatkan kartu yang dimaksud. “Kartu ini untuk mengurangi angka kemiskinan dan gizi buruk. Ini akan kami berlaku tahun depan,” tambahnya.

Terakhir, Jokowi meminta  warga Probolinggo agar cerdas, tidak terprovokasi, dan tidak tercerai-berai lantaran beda pilihan. “Jangan sampai kerukunan dan kekompakan hancur akibat pilpres. Soalnya ada di beberapa daerah sampai bertengkar akibat beda pilihan. Jangan sampai hal itu terjadi di sini,” harapnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan