Politik & Pemerintahan

Temukan Banyak Sampul Formulir Pemilu Rusak

PAJARAKAN – Selain mengalami kekurangan surat suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo juga menghadapi kendala lain. Dalam proses pengemasan logistik di gudang logistik KPU di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, ditemukan banyak sampul atau amplop formulir yang rusak. Bahkan KPU mengklaim jumlahnya mencapai 50 persen dari total sampul yang ada.

Ketua KPU setempat Lukman Hakim menyayangkan kondisi tersebut. Pasalnya, masa pemungutan suara kurang sepekan lagi. “Kalau datangnya sampul ini sudah tepat waktu. Tapi ketika diisi surat suara dan formulir, malah jadi rusak, banyak yang sobek,” ujar Lukman yang memantau proses packing logistik, Selasa (9/4).

Kerusakan terjadi karena kualitas sampul yang buruk dan tidak sesuai dengan standar. Sehingga tidak kuat menampung banyaknya formulir dan surat suara.

“Mungkin karena kualitas kertasnya jelek. Data ini masih kami inventarisir. Tapi kalau menghitung sementara ini, diperkirakan hampir 50 persen yang rusak. Untuk wilayah Probolinggo yang produksi PT Temprina Surabaya,” ungkapnya.

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Lukman Hakim menunjukkan sampul surat surat rusak yang telah dibungkus dalam sebuah wadah plastik. (Deni Ahmad Wijaya/Koran Pantura)

Kasubbag Umum, Keuangan, dan Logistik KPU Kabupaten Probolinggo Sudarso menyebut, jumlah sampul yang rusak hingga petang kemarin masih dalam perhitungan satu per satu.

“Jumlahnya masih belum diketahui pasti. Kalau jumlah total sampul ya banyak. Karena setiap sampul itu untuk 1 jenis formulir. Sedangkan jenis formulir ada belasan. Itu masih dikalikan 3.504 untuk kebutuhan masing- masing TPS,” beber Sudarso.

Ia menerangkan, pengadaan sampul tersebut dilakukan oleh KPU Provinsi Jawa Timur. “Kami hanya menerima saja, lalu packing untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing TPS. Kondisi sampul datang dalam keadaan baik, tapi ketika packing ada beberapa yang sobek,” terangnya.

Sementara itu, Divisi Perencanaan dan Logistik KPU Provinsi Jawa Timur Miftahur Rozaq menerangkan, kasus sampul rusak di Kabupaten Probolinggo ini adalah temuan baru.

 “Sejauh ini temuan di Kabupaten Probolinggo adalah kasus baru. Kami belum mendapatkan informasi serupa dari daerah lain,” ujar Rozaq saat dikonfirmasi via ponsel, kemarin.

Pihaknya mengaku masih harus melakukan koordinasi internal dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Termasuk nantinya berkoordinasi dengan penyedia jasa atau pihak ketiga.

“Kalau akhir Maret lalu memang ada sejumlah daerah yang kurang kirim soal sampul ini. Tapi kalau rusak, ini kasus baru. Kami masih harus koordinasi internal dulu, benar gak angkanya sampai 50 persen. Setelah itu, baru nanti kami berikan keterangan dan klarifikasinya,” tegas pria asal Kabupaten Sampang, Madura ini. (awi/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan