Politik & Pemerintahan

Hasan Aminuddin: Partai NasDem Anti Mahar Politik


PROBOLINGGO – Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat Drs. H Hasan Aminuddin, M.Si menegaskan bahwa Partai NasDem memiliki komitmen tinggi terhadap demokrasi. Hasan menyatakan partainya tidak menarik uang atau mahar politik sepeser pun dari para calegnya untuk maju pada pemilu 17 April mendatang.

Hal itu disampaikan Hasan di hadapan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh. Juga di hadapan puluhan ribu pengurus partai, caleg, kader, dan simpatisan partai yang hadir dalam kampanye akbar Partai NasDem di lapangan Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (6/4) lalu.

“Sejak berdirinya Partai NasDem pada 11 November 2011, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh secara konsisten menyampaikan bahwa Partai NasDem adalah partai yang sangat anti pada praktik money politics atau politik transaksional,” tegas Anggota Komisi VIII DPR RI ini.

“Kami tegaskan lagi kepada seluruh warga Probolinggo, bahwa partai NasDem adalah partai yang anti mahar politik,” imbuhnya.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat H. Hasan Aminuddin berorasi dalam kegiatan kampanye akbar Partai NasDem di Kecamatan Dringu, Sabtu (6/4) lalu. (Tunjung Mulyono/Koran Pantura)

Hasan menyatakan Partai NasDem tidak menarik sepeser pun uang mahar dari para calegnya. Sebaliknya, Partai NasDem juga tidak memberi sejumlah uang pada para calegnya. “Kami minta kepada warga Probolinggo agar tidak membebani para caleg Partai NasDem dengan politik transaksional atas setiap suara yang diberikan,” terangnya.

Dengan semangat gerakan restorasi Indonesia, mantan Bupati Probolinggo dua periode ini menyatakan, Partai NasDem tidak akan merestui, apalagi memfasilitasi para calegnya untuk menjalankan praktik money politics.

“Partai NasDem percaya pada kualitas dan figur para calegnya. Sehingga kami meminta secara tulus dan ikhlas kepada warga Probolinggo untuk mencoblos para caleg Partai NasDem. Karena para caleg Nasdem, tidak pernah dibebani apapun oleh partainya kecuali berkhidmat kepada rakyat,” tegas Hasan.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan kembali bahwa money politics adalah praktik yang mencederai demokrasi Indonesia. “Partai NasDem tidak akan pernah mampu membeli suara rakyat. Tapi dengan dukungan dan kesempatan yang diberikan oleh rakyat, mari bersama kita perjuangkan apa yang menjadi hak rakyat,” tegasnya.

Terkait perolehan Partai NasDem pada Pemilu 2019, pria kelahiran Banda Aceh 67 tahun lalu ini mematok target 40 kursi legislatif di DPR RI dari Pulau Jawa. Secara nasional, targetnya sebanyak 100 kursi.

Di tingkat Provinsi Jawa Timur, Surya Paloh menetapkan target 14 kursi dari 11 daerah pemilihan yang ada.“Kalau di dapil Jatim II (Pasuruan-Probolinggo) ini, saya targetkan 3 kursi untuk DPR RI. Di sini ada Pak Hasan Aminuddin sebagai punggawanya,” kata Surya Paloh. (tm/eem)


Bagikan Artikel