Politik & Pemerintahan

Arumi Minta PKK Perangi Stunting


PROBOLINGGO – Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Timur Arumi Bachsin hadir dalam kunjungen kerja di Kabuaten Probolinggo, kemarin (4/4). Dalam pertemuan dengan TP PKK Kabupaten Probolinggo itu  Arumi membahas isu pencegahan dan penyelesaian masalah kesejahteraan keluarga, terutama stunting atau gizi buruk.

“Stunting terjadi akibat pola hidup yang kurang sehat, sehingga berdampak terhadap tumbuh kembang anak. Permasalahan stunting tidak hanya melibatkan anak-anak, namun butuh peran serta atau kesadaran perempuan untuk melakukan hidup sehat sebelum dan sesudah menikah,” ujarnya dihadapan ratusan kader Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo, di Pendopo Kabupaten Probolinggo.

Dijelaskannya masalah stunting adalah masalah bersama. Bukan hanya di Kabupaten Probolinggo. Seluruh Jawa Timur dan bahkan Indonesia juga mengalami masalah yang sama. Karena itu dia meminta kepada seuruh kader dan pengurus TP PKK Kabupaten Probolinggo untuk turut serta dalam mengatasi permasalahan stunting. Hal itu bisa dimulai dengan memberikan asupan makanan yang bergizi kepada anak-anak yang terindikasi mengalami gizi buruk.

“Kondisi stunting tidak hanya berlangsung satu atau dua bulan saja tapi bisa berlangsung lama sekali. Karena itu saya meminta kepada TP PKK Kabupaten Probolinggo untuk membantu program pemerintah daerah dalam memerangi stunting,” ujar Arumi yang merupakan isteri Wagub Jatim Emil Dardak.

Kunjungan Arumi Bachsin (tengah) ke Probolinggo disambut Wabup Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko (tiga dari kanan).  Arumi dan Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Nur Diana Prihanjoko juga membahas tentang stunting. (Tunjung Mulyono/Koran Pantura).

Upaya pencegahan stunting, lanjut Arumi, bukan hanya permasalahan pada anak saja. Melainkan juga pada masalah kurang gizi dan gaya hidup yang dijalani calon ibu. Mencegah stunting, seorang ibu harus mendukung kesiapan bayi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Maka dari itu saya meminta dengan hormat kepada PKK kabupaten Probolinggo untuk melakukan sosialisasi dan penanganan yang menyasar remaja-remaja putri yang nantinya akan melahirkan para penerus bangsa,” pintanya.

Sementara itu Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko menyebut Pemkab Probolinggo memiliki komitmen kuat bersama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo untuk memerangi stunting.

“Bahkan kami telah punya program gerakan 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) di Taman Posyandu diseluruh kabupaten probolinggo yang dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Dan Alhamdulillah perlahan kasus gizi buruk mulai menurun secara signifikan,” tandasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel