Politik & Pemerintahan

Mumpung Ada Menko Kemaritiman, Nelayan Probolinggo Wadul

PROBOLINGGO – Selain bersilaturahmi dengan para ulama di pendopo Kabupaten Probolinggo, Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan juga berkunjung ke Kota Probolinggo. Ia berdialog dengan para nelayan di Pantai Pelabuhan Perikanan (PPI) Mayangan Kota Probolinggo, Jumat (29/3) sore.

Dalam pertemuan tersebut Luhut diwaduli para nelayan Probolinggo yang keberatan dengan adanya aturan pelarangan alat tangkap jenis cantrang. Kepada Luhut, nelayan juga mengeluhkan sulitnya pengurusan perizinan kapal yang dinilai lambat dan berbelit. Sehingga hal itu merugikan para nelayan yang sehari-hari menggantungkan diri pada hasil tangkapan ikan di laut.

Seperti yang diungkapkan Plt Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HSNI) Cabang Probolinggo Zainul Fathoni. Ia menyebut saat ini nelayan di Probolinggo sulit dikategorikan sebagai nelayan sejahtera. Pasalnya sejak alat tangkap cantrang dilarang oleh pemerintah pusat, hasil tangkapan mereka jauh merosot.

“Belum lagi terkait pengurusan SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan) yang terkesan berbelit. Bayangkan saja untuk mengurus SIPI bagi kapal di bawah 30 GT (gross tonnage), kami harus mengurusnya ke Provinsi. Sedangkan untuk kapal di atas 30 GT, kami harus mengurusnya sampai ke KKP RI. Bisa dibayangkan berapa waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan hanya untuk mengurus surat izin itu,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan nelayan, Luhut berjanji akan segera menuntaskan permasalahan tersebut. Ia menyatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sri Puji Astuti dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa terkait dengan masalah yang dihadapi nelayan.

“Pekan depan akan kami undang menteri perhubungan dan menteri kelautan dan perikanan untuk mencari solusinya,” katanya.

Di sisi lain, Luhut menampik jika kedatangannya ke Probolinggo dan sejumlah daerah pesisir pantai utara jawa adalah untuk berkampanye maupun menarik simpati kepada salah satu capres.

“Ini bukan karena menjelang pilpres, ini murni tugas saya, yang secara profesional harus memfasilitasi kepentingan nelayan,” tegasnya.

Kepada nelayan, Luhut juga berpesan untuk tetap menjaga ekosistem laut dan tidak asal tangkap. Karena menurutnya, kelestarian ekosistem laut, merupakan aset yang harus dijaga demi kelangsungan hidup nelayan.

“Kalau asal tangkap, lingkungan jadi rusak. Kalau sudah rusak semua jadi susah. Jadi, kita harus menangkap ikan secara arif dan bijaksana,” tegasnya. (tm/eem)

Para nelayan mengikuti acara temu Menko Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan di PPI Mayangan. Mereka menyampaikan sejumlah keluhan kepada Luhut. (Tunjung Mulyono/Koran Pantura)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan