Politik & Pemerintahan

Hasan Aminuddin: Suara Perempuan Tentukan Hasil Pilpres

PROBOLINGGO – Pemilih perempuan memiliki posisi cukup strategis dalam Pemilu 2019. Pasalnya perempuan di Indonesia yang memiliki hak pilih yang cukup sangat besar. Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 secara nasional, pemilih perempuan mencapai 92.929.422 orang atau 50,6% dari total pemilih. Sehingga lebih banyak daripada pemilih lelaki.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat H Hasan Aminuddin mengatakan, selain berjumlah lebih banyak, pemilih perempuan dinilai berpengaruh dalam mengarahkan anggota keluarganya untuk memilih calon tertentu.

Hasan Aminuddin melayani warga Muslimat NU yang hendak menjabat dan mencium tangannya dalam acara deklarasi dukungan perempuan Nahdliyin ke paslon 01 di Kecamatan Dringu, Kamis (21/3). (Tunjung Mulyono/Koran Pantura)

“Kami menilai peran perempuan tahun ini sangat strategis dan potensial dalam mendulang dukungan suara untuk pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019,” ujarnya dalam acara deklarasi dukungan Muslimat NU ke paslon Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, di gedung Hasan Aminuddin Center di Kecamatan Dringu, Kamis (21/3).

Karena itu, Hasan menyatakan suara perempuan akan menjadi kunci kemenangan bagi pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019.

“Deklarasi dukungan terhadap pasangan 01 dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo ini sangatlah berarti. Dukungan ini juga membuktikan program Jokowi selama menjadi Presiden (periode 2014-2019) pro kepentingan perempuan,” terang mantan Bupati Probolinggo 2 periode ini.

Hasan mengungkapkan, posisi strategis perempuan harus disadari oleh semua perempuan Indonesia. Kesadaran akan membuat perempuan lebih mempertegas perannya dalam Pemilu 2019. Yakni, tidak sekadar menjadi obyek, namun harus menjadi subyek yang terlibat aktif ikut merumuskan pemenangan.

“Perempuan sudah harus menjadi subyek dalam peta politik. Apalagi suara perempuan adalah suara mayoritas. Faktanya, berdasarkan hasil survei, tingkat kehadiran kaum perempuan dibanding kaum pria ke TPS juga jauh lebih tinggi,” kata suami dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari ini. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan