Politik & Pemerintahan

Sabet 2 Penghargaan Tingkat Provinsi Jawa Timur

Farid Hidayat bersama pegawai Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo (ISTIMEWA/KORAN PANTURA)

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali meraih prestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Kali ini, 2 gelar sekaligus disabet di bidang pengairan. Probolinggo menempatkan pengamat/UPTD pengairan dan HIPPA terbaik tingkat Provinsi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Probolinggo Prijono melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air Oemar Sjarief mengatakan, penghargaan pertama yakni pengamat/UPTD pengairan terbaik yang diraih oleh Farid Hidayat, Kepala UPTD Pengairan wilayah Sebaung.

“Dalam penilaian lapangan, kami meraih nilai tertinggi yaitu 1.280 poin. Unggul dari Kabupaten Pasuruan dengan 1.135, Bojonegoro 1.085 dan Situbondo 1.005 poin,” kata Oemar, Selasa (4/12).

Penghargaan yang kedua yakni bagi Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) ‘Makmur Jaya’ Desa Pendil Kecamatan Banyuanyar. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf di Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional V Surabaya Waru Sidoarjo, Senin (3/12).

“Juara I pengamat pengairan mendapatkan hadiah kendaraan roda 3, kendaraan roda 2, PC (Personal Computer) beserta printer. Sedangkan HIPPA mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 10 juta,” ungkapnya.

Keduanya akan mewakili Provinsi Jawa Timur di tingkat Nasional. Pihaknya berharap wakil Jawa Timur bisa berjaya di tingkat Nasional dengan menjadi jawara. Apalagi, penghargaan pengamat pengairan terbaik se Jatim diraih Kabupaten Probolinggo 2 tahun beruntun.

“Sebelumnya diraih oleh Kepala UPTD pengairan wilayah Krejengan Ria Lutvi Diarini tahun 2016. Bahkan, ibu Ria menjadi juara I Nasional tahun 2017. Sementara HIPPA terbaik se-Jatim ini menjadi penghargaan pertama sejak 5 tahun lalu,” beber Oemar.

Selain itu, Dinas PUPR juga berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi pengamat pengairan dan HIPPA lainnya di Kabupaten Probolinggo. Berdasar data, ada 7 UPTD pengairan. Meliputi UPTD Sumberasih, Probolinggo, Sebaung, Pekalen, Krejengan, Besuk, dan Paiton.

“Sedangkan HIPPA ada di setiap desa. Namun hanya beberapa saja yang berbadan hukum. Nah, hanya HIPPA yang berbadan hukum yang bisa mengikuti lomba, baik tingkat Kabupaten hingga Nasional,” ucapnya.

Selain berharap dijadikan teladan, para juara juga diharapkan agar bisa meningkatkan pelayanan kepada para petani. Khususnya dalam pengaturan irigasi pertanian. Pihaknya ke depan juga akan terus melakukan pembinaan kepada UPTD dan HIPPA se Kabupaten Probolinggo.

“Di samping juga meningkatkan koordinasi lintas OPD, mendorong adanya inovasi dan perbaikan kelembagaan baik HIPPA maupun pengamat pengairan,” pungkas Oemar. (adv/awi)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan