Politik & Pemerintahan

Optimis Tak Pengaruhi Elektabilitas PPP


PROBOLINGGO – DPC PPP Kabupaten Probolinggo ikut menyikapi situasi pasca ditangkapnya Ketum DPP PPP Romahurmuziy atau Romi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK, Jumat (15/3) pagi lalu. Sekretaris DPC PPP Kabupaten Probolinggo Amin Haddar menyatakan optimis kejadian ini tidak akan mempengaruhi elektabilitas PPP di Kabupaten Probolinggo.

“Kami sama sekali tak terpengaruh dengan kasus itu. Memang ada banyak pertanyaan terkait hal itu. Namun kami yakin, akar rumput PPP di Kabupaten Probolinggo dengan basis suara tradisionalnya masih tetap loyal kepada partai kami ini,” ungkap Amin Haddar kepada Koran Pantura, Minggu (17/3).

Seperti diketahui, Romi tertangkap tangan dalam OTT yang dilakukan KPK pada Jumat pagi lalu. Romi disangka menerima rasuah terkait pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama. 

Atas penangkapan tersebut, DPP PPP sudah langsung bersikap. Selain menyatakan memberhentikan Romi dari jabatan ketua umum, DPP PPP juga menentukan pelaksana tugas (plt) ketum DPP PPP. Terkait kasus ini, DPP PPP memiliki optimisme bahwa elektabilitas PPP tidak akan terpengaruh.  

Sementara, menurut Amin Haddar,  kasus yang menimpa Romi merupakan kasus pidana yang dilakukan oleh personal. Kasus ini tidak bisa digeneralisasi  bahwa seluruh kader PPP juga melakukan hal serupa. Ia menegaskan, para caleg PPP yang akan bertarung dalam Pileg 17 April 2019 merupakan para kader terbaik partai yang tentunya jauh dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

“Para caleg yang maju saat ini merupakan para kader terbaik, sehingga kami yakin pada pandangan masyarakat di tiap daerah pemilihan (dapil, red) bukanlah melihat sosok Gus Romi yang kini non aktif, melainkan siapa sosok caleg dari PPP yang akan mewakili dan memperjuangkan aspirasi mereka di legislatif,” jelas Hadar.

Politisi asal Desa Brani Kulon, Maron, ini menambahkan bahwa DPC PPP Kabupaten Probolinggo punya rencana besar di DPRD Kabupaten Probolinggo, yakni menguasai 9 kursi. “Sebelumnya kami meraih 5 kursi di dewan. Tahun ini dengan segala sumber daya kami, target 9 kursi kiranya cukup realistis,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan caleg PPP Mahfud Hidayatullah. Menurutnya, meski partainya kini diguncang isu tak sedap, namun ketika dia turun ke masyarakat tak banyak respon atau tanggapan negatif dari masyarakat. Menurutnya memang ada sebagian orang yang menanyakan kasus Romi. Mahfud pun dengan tegas menjelaskan bahwa kasus itu murni ulah personal, dan jelas menyalahi AD/ART partai.

“Ya kami jelaskan bahwa mulai dari jajaran pengurus partai hingga para caleg PPP, tidak semuanya melakukan hal serupa. Jangan dipukul rata, karena masih banyak orang baik dan jujur di partai ini,” tegasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel