Politik & Pemerintahan

Pastikan Lanjut Proyek Pasar Kronong

PROBOLINGGO – Pembangunan Pasar Kronong di Mayangan Kota Probolinggo yang mangkrak tahun lalu, dipastikan dilanjutkan pengerjaannya tahun ini. Saat ini, proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp 1,5 miliar lebih tersebut masih di kelengkapan berkas menuju tender.

Dana yang dihabiskan untuk membangun Pasar Kronong sekitar Rp 1,5 miliar. (Agus Purwoko/Koran Pantura)

Hal tersebut diungkap Kepala Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi, Selasa (12/3) siang. Namun, Gatot belum mengetahui kapan pekerjaan proyek akan dimulai.

Menurutnya, pelaksana atau panitia tender adalah ULP (Unit Layanan Pengadaan) pada Bagian Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Probolinggo. DKUPP hanya menyediakan dokumen proyek dan diserahkan ke Bagian Pembangunan untuk ditindaklanjuti ke ULP. “Kami tidak tahu soal tender. Pelaksana tender kan ULP,” katanya, kemarin (12/3).

Gatot menyebutkan kalau proyeknya saat ini sedang ditender, karena pihaknya sudah menyerahkan dokumen lengkap ke Bagian Pembangunan. Biasanya, lanjut Gatot, setelah dokumen proyek lengkap, tahapan berikutnya adalah tender. Sedangkan dana yang disediakan untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Kronong yang sempat mangkrak satu tahun tersebut Rp 850 juta.

“Kami tinggal menunggu pemenang tender. Setelah itu, langsung dikerjakan. Memang, di tahun 2018 tidak ada pekerjaan. Karena terkendala waktu yang mepet. Pekerjaan dilanjutkan tahun ini dan tahun depan bisa ditempati,” katanya.

Sementara, Kabag Pembangunan Ghoffur Effendi membantah pernyataan kepala DKUPP. Pihaknya saat ini masih mereview atau meneliti kelengkapan dokumen proyek Pasar Kronong. Dipastikan dalam 2 hari terakhir dokumen proyek akan dikembalikan, karena tidak lengkap. “Kata siapa Pasar Kronong ditender? Kami masih mereview dokumennya. Besok atau hari ini kami kembalikan, karena tidak lengkap,” tegasnya.

Ghofur mengatakan, setelah dokumen dikembalikan, DKUPP berkewajiban melengkapi persyaratan yang kurang. Setelah dinyatakan lengkap, dokumen disetor kembali ke Bagian Pembangunan (ULP). “Kapan akan ditender, ya menunggu dokumen perbaikan. Kami review lagi dokumen perbaikan dan setelah tidak ada masalah, Proyek Pasar Kronong, kami tender,” tambahnya.

Ia meminta, DKUPP segera menyelesaikan dokumen yang dikembalikan nanti. Agar, proyek sehgera ditender dan dikerjakan oleh kontraktor pemenang tender. Ghofur tidak ingin pekerjaan proyek tidak bisa dilaksanakan lantaran proses pra tender, molor. “Kalau dokumen yeng dikembalikan cepat diselesaikan atau dilengkap, ya kami langsung tender. Pekerjaan proyek bisa dimulai, tergantung pemilik proyek dalam hal ini DKUPP,” ujarnya.

Sementara, saat ditanya soal tender MK (Manajemen Konstruksi) dalam proyek revitalisasi Pasar Baru, Ghoffur mengaku masih direview dan diperiksa. Ia berterus terang, dokumen MK yang sempat dikembalikan, cepat direspon oleh Dinas Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Setelah dokumennya uleh ULP diinyatakan lengkap, langsung kami tender,” kataya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan