Politik & Pemerintahan

Ujian P3K Kemenag Ditunda

KRAKSAAN – Ujian bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Kemenag Kabupaten Probolinggo sedianya digelar pada Sabtu (23/2) lalu. Namun karena suatu sebab, ujian tersebut ditunda hingga waktu yang belum ditentukan.

Berdasar jadwal awal, ujian P3K Kemenag dilangsungkan Sabtu (23/2). Sementara ujian P3K untuk Pemkab Probolinggo digelar pada Minggu (24/2). Keduanya diselenggarakan di SMKN 1 Kraksaan. Namun, kegiatan itu berubah.

“Jadwal awal memang seperti itu. Seluruh security disuruh masuk Sabtu buat jaga ujian Kemenag dan Pemda di hari Minggu. Tapi ternyata Sabtu dibuat ujian yang Pemda, minggunya kosong,” ujar Jupri, petugas security SMKN 1 Kraksaan, Minggu (24/2).

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso menyatakan, memang ada penundaan jadwal ujian P3K dari lingkungan Kemenag Kabupaten Probolinggo. “Ya. Mungkin karena masih perlu adanya koordinasi lebih lanjut dengan Kemenag pusat,” kata Santoso, kemarin.

Mengenai penyebab teknis ditundanya ujian itu, Santoso enggan membeberkannya lebih rinci. Termasuk kuota dan jumlah pendaftar P3K di lingkungan Kemenag.

“Itu bukan kewenangan kami (Kemenag daerah). Itu wewenang pusat. Termasuk jadwal ujian nantinya ditaruh di tahap berapa, entah bulan depan atau tahun depan, kami belum tahu,” tuturnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Probolinggo Abdul Halim juga mengakui adanya pergeseran jadwal secara dadakan tersebut. Pasalnya, Kamis (21/2) pihaknya masih berpedoman jadwal pertama.

“Tapi itu ada surat resminya dari BKN. Bunyinya bagaimana, kami tidak tahu. Kemenag yang tahu. Yang jelas, kalau dari Pemda seluruh peserta hadir dan ujian berjalan lancar,” tutur Halim dikonfirmasi terpisah.

Berdasar data, jumlah peserta ujian P3K dari tenaga honorer Pemkab Probolinggo sebanyak 189 orang. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan kuota yang diberikan pemerintah pusat yakni sebanyak 240 orang. “Terdiri dari 155 guru dan 85 dari tenaga penyuluh pertanian,” sebut Halim.

Kendati ada perubahan jadwal dadakan, Halim mengklaim hal tersebut tidak mengganggu peserta. Walaupun berdasar informasi yang dihimpun, tes dimulai pada pukul 10.00. Padahal dijadwal sebelumnya tercantum pukul 07.30. “Karena lancar, kami berharap semua peserta bisa lulus. Sehingga persoalan kebutuhan tenaga kepegawaian Pemkab bisa terpenuhi,” terangnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan